Punya basis pemilih muslim, Ma'ruf diyakini bisa dongkrak elektabilitas Jokowi

Rabu, 10 Oktober 2018 13:53 Reporter : Ahda Bayhaqi
Punya basis pemilih muslim, Ma'ruf diyakini bisa dongkrak elektabilitas Jokowi Cawapres Maruf Amin beri bantuan korban gempa Palu. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Survei SMRC menunjukkan calon wakil presiden belum signifikan meningkatkan elektabilitas calon presiden. Menanggapi hal ini, Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto tetap yakin dengan sosok cawapres Ma'ruf Amin sebagai ulama. Namun, di tengah tantangan ekonomi global, kehadiran Ma'ruf Amin untuk menjawab persoalan itu.

"Kehadiran KMA membuat berbagai hal terhadap persoalan perekonomian ke depan sudah direspon dengan lebih baik," kata Hasto di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10).

Tim Kampanye Nasional masih percaya bahwa sosok Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu masih memiliki elektoral khususnya lumbung suara Islam. Khususnya untuk berkonsentrasi meraup suara di Provinsi Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, dan Jawa Timur.

"Sehingga Pak Ma'ruf tetap ya bagaimanapun juga sebagai sosok ulama memiliki basis pemilih yang cukup signifikan," kata dia.

Menanggapi survei terbaru, Sekjen PDI Perjuangan itu mengatakan bakal terpacu untuk meningkatkan capres-cawapres elektabilitas lebih tinggi lagi. Dalam survei SMRC itu, Jokowi-Ma'ruf mendapatkan elektabilitas 60,4 persen.

Soal target suara nasional, Hasto menyebut telah memetakan di tingkat provinsi. Seperti Yogyakarta dengan target capaian 71 persen dan di Jawa Timur 75 persen.

"Ini yang kemudian kita dorong sehingga target bukan sekadar klaim tetapi berdasarkan kekuatan riil yang ada di lapangan," pungkasnya.

Hasil survei SMRC menyebut elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas Calon Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Untuk simulasi dua pasangan, Jokowi-Ma'ruf Amin 60,4 persen dan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen. Sementara 9,8 persen tidak menjawab," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan di Kantor SMRC, Menteng, Minggu (7/10).

Meski demikian, Djayadi mengatakan pengaruh sosok cawapres tidak begitu besar terhadap hasil elektabilitas kedua capres. Diketahui, hasil head to head Jokowi dan Prabowo, Jokowi meraih 60,2 persen sementara yang memilih Prabowo 28,7 persen.

"Cawapres tidak punya efek signifikan terhadap elektabilitas pasangan capres," katanya.

Menurutnya, tinggi elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi. "Melihat elektabilitas simulasi kedua pasangan yang tak jauh berbeda dengan simulasi capres, maka kehadiran cawapres belum memiliki dampak besar kepada elektabilitas capres," tandasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini