Punya banyak 'banteng', PDIP yakin isu SARA tak terjadi di Pilgub Jateng

Senin, 29 Januari 2018 13:52 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Kampanye PDIP. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merasa yakin bahwa isu Pilkada Jakarta 2017 lalu tak akan dibawa ke Jawa Tengah. Di Pilkada Jakarta, PDIP alami kekalahan dari lawannya Gerindra dan PKS.

Gerindra yang usung Anies Baswedan - Sandiaga Uno sukses kalahkan jagoan PDIP Basuki T Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat. Ahok dihantam isu SARA penistaan agama hingga masuk penjara.

Tim Pemenangan DPD PDIP Jawa Tengah, Agustina Wilujeng mengatakan, kultur masyarakat di Jakarta dan Jawa Tengah berbeda. Sehingga dia yakin, jualan isu SARA di Jateng tidak akan laku.

"Kita punya banyak banteng, aku enggak perlu khawatir kan beda filosofi masyarakat di Jateng dan Jakarta," kata Agustinus saat dihubungi merdeka.com, Senin (29/1).

Di Jawa Tengah, PDIP mengusung Ganjar Pranowo - Taj Yasin. Sementara lawannya, Sudirman Said - Ida Fauziyah yang diusung Gerindra. Sudirman adalah mantan timses Anies Baswedan di Pilgub Jakarta.

Agustina menjelaskan, masyarakat di Jateng lebih percaya dengan wejangan dari tokoh ketimbang berita di media sosial. Terlebih lagi, kata dia, masih banyak pula warga Jateng yang belum melek media dan media sosial.

"Kalau Jakarta masih terpengaruh isu, berita di media sosial, tapi di Jateng fifty-fifty. Jadi orang yang tingal di Jateng dipengaruhi oleh tokoh setempat, orang tidak baca koran, tidak punya HP, masih banyak," jelas dia.

Agustina menambahkan, warga Jateng mungkin saja dengar berita miring di media sosial atau televisi. Tapi, katanya, mereka lebih memilih untuk mengkonfirmasi itu kepada tokoh yang dituakan di sana. Nah, para tokoh itu yang diklaimnya merupakan bagian dari PDIP.

"Banteng kita di bawah (desa) jumlahnya hampir sama dengan di perkotaan," kata Agustina. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini