Puji Airlangga Top, Jokowi Tidak Bisa Diartikan Memihak Jelang Munas Golkar

Senin, 11 November 2019 11:31 Reporter : Iqbal Fadil
Puji Airlangga Top, Jokowi Tidak Bisa Diartikan Memihak Jelang Munas Golkar jokowi dan airlangga di HUT Golkar. ©2019 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pernyataan Presiden Jokowi di acara ulang tahun Golkar beberapa waktu lalu, kerap diterjemahkan secara berlebihan. Terbaru, Jokowi dianggap memberi "angin" kepada Airlangga Hartarto karena menyebut Golkar di bawa kepemimpinan menko perekonomian tersebut sangat melejit.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai pola politik restu di era sekarang sangat berbeda dengan era Orde Baru, di mana pernyataan Soeharto ketika itu dianggap sakral dan menentukan mati hidupnya partai politik.

"Saya tidak melihat dan menganggap Jokowi terlibat dengan restu merestui siapa yang akan menjadi ketua umum Partai Golkar mendatang. Siapa pun yang menjadi ketua umum, entah Airlangga Hartarto atau Bambang Soesatyo misalnya, Golkar tetap berpihak dan nyaman di tubuh koalisi," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/11).

Ari menegaskan, sangat prematur jika menilai pernyataan Jokowi dikaitkan dengan aksi dukung mendukung calon ketua umum partai Golkar. Seperti diketahui, Golkar akan menggelar munas pada awal Desember mendatang. Dua calon yang bersaing adalah Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Dalam pandangan Ari, Jokowi akan defisit secara politis jika terjebak dengan pemihakan terhadap salah satu kandidat. Memilih Airlangga dan mencampakkan Bamsoet misalnya, akan sangat tidak strategis karena Bamsoet adalah Ketua MPR.

"Sebaliknya andai Jokowi merestui Bamsoet menjadi pemimpin Golkar akan berdampak fatal mengingat dukungan arus bawah terhadap Airlangga juga tidak bisa dianggap enteng," ungkap Ari.

Atas dasar itu, menurutnya, sangat prematur jika pernyataan Jokowi di acara HUT Golkar tersebut dinilai sarat dengan dukungan penuh terhadap Airlangga.

"Sebagai capres yang diusung Golkar, Jokowi akan sadar untuk tetap merangkul seluruh kader Golkar yang maju sebagai ketua umum," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Jokowi Bantah Memihak

Presiden Jokowi sendiri telah menanggapi dirinya disebut memberikan restu untuk Airlangga kembali memimpin partai beringin. Menurutnya, pujian itu adalah hal wajar.

"Masa enggak boleh menyebut nama, pak Airlangga kan memang ketua (Golkar), saya sebut top kan boleh," kata Jokowi di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

Jokowi membantah memihak salah satu caketum Golkar. "Itu adalah urusan internal di Golkar," pungkasnya. [bal]

Baca juga:
Ketua DPP Golkar Bangga Airlangga Dipuji 'Top' oleh Jokowi
Istana Tegaskan Jokowi Netral Soal Urusan Caketum Golkar
Jokowi Bantah Pujian ke Airlangga Sebagai Dukungan di Munas Golkar
Awas 'Nasib Setnov' Terulang, Klaim Didukung Jokowi Berujung Tsunami Politik

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini