Puan Vs Ganjar, Drama 'Bunuh Diri' Palsu Demi Dongkrak Elektabilitas PDIP?

Selasa, 25 Mei 2021 14:11 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Puan Vs Ganjar, Drama 'Bunuh Diri' Palsu Demi Dongkrak Elektabilitas PDIP? Ganjar dan Puan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Keretakan Hubungan Ganjar Pranowo dan Puan Maharani terekspose ke publik. Berawal dari Gubernur Jawa Tengah itu tidak diundang ke acara konsolidasi PDIP di Jawa Tengah. Berlanjut ke sentilan keras Ketua DPD PDIP Jateng bahwa Ganjar tak diundang ke acara partai lantaran terlalu ambisius ingin maju Pilpres 2024.

Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Raja Muda Bataona menilai peristiwa Puan Maharani versus Ganjar Pranowo sebagai "drama bunuh diri" palsu ala PDI Perjuangan,

"Mengapa? Karena dalam rimba raya politik tidak ada peristiwa politik yang terjadi tanpa intensi," kata dosen Investigatif News dan Jurnalisme Konflik pada FISIP Unwira Kupang Mikhael Raja Muda Bataona di Kupang dilansir Antara, Selasa (25/5).

Menurut dia, antara pernyataan politik dari Puan Maharani dan Bambang Pacul, kemudian isi (content) pernyataan mereka harus didekonstruksi untuk mendapatkan makna-makna terdalam di baliknya.

Secara akal sehat saja, lanjut dia, peristiwa latarnya agak aneh karena sebelumnya Ganjar menemui Megawati untuk menyerahkan foto lukisan Mega bersama anak-anak. Bahkan, Ganjar berfoto bersama Megawati, kemudian dibagikan di instragramnya.

"Hanya dalam hitungan hari Ganjar justru 'diserang' oleh Puan dan Bambang Pacul dengan pernyataan-pernyataan yang sangat beringas, seperti 'sudah kelewatan' dan 'sok pintar'," katanya.

Selanjutnya, Ganjar juga tidak diundang dalam hajatan partai di rumahnya sendiri, Jawa Tengah.

"Itu tidak mungkin dibuat tanpa koordinasi di antara mereka. Artinya, kasus ini hanya drama politik yang disengaja atau sebuah 'drama bunuh diri' palsu ala PDIP untuk menaikkan popularitas PDIP dan dua tokoh yang paling berpeluang direkomendasikan Megawati dalam Pilpres 2024, yaitu Ganjar dan Puan ini," katanya.

Mikhael Raja Muda Bataona menekankan, "Jadi, ini bukan benar-benar bunuh diri, melainkan bunuh diri palsu untuk menaikkan perhatian publik dalam rangka popularitas dan elektabilitas tokoh-tokoh PDIP," katanya.

Ia beranggapan bahwa PDIP ingin mendapat dua keuntungan sekaligus, yaitu kembali mendominasi wacana tokoh soal pilpres yang sempat beralih ke Anis Baswedan dan Prabowo, juga menaikkan popularitas Puan.

Dengan drama ini, Puan akan menjadi tokoh utama dalam wacana di ruang-ruang publik, entah fisik maupun virtual.

"Setelah disurvei seperti apa elektabilitasnya di akhir drama ini," ujarnya.

Jika mereka akhirnya justru akrab dan solid, kata dia, citra Puan akan otomatis pulih ke arah positif karena masih 3 tahun menuju pilpres. Dengan demikian, tugas DPP PDIP adalah menaikkan popularitas dan elektabilitas Puan.

Ia menyebutkan salah satu cara mengerek itu adalah sengaja membenturkannya dengan Ganjar.

"Itulah trik bunuh diri palsu dalam politik. Inilah momentumnya, yaitu sengaja dikonfrontasikan dengan Ganjar dalam acara yang diselenggarakan di Jateng," katanya.

Secara politis, kata Mikhael Raja Muda Bataona, bentrokan politik ini risikonya sangat rendah bagi PDIP sebab Ganjar dan Puan adalah tokoh kunci di PDIP selain Megawati dan Jokowi. Apalagi, Ganjar juga paham bahwa dirinya adalah kader dan secara ideologis wajib menjaga soliditas partai.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, saat ini partainya tengah fokus membantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, persoalan capres dan cawapres belum layak untuk dibahas saat ini. Hasto mengutarakan hal ini di tengah memanasnya internal PDIP antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo.

“PDI Perjuangan menegaskan bahwa konsentrasi utama Partai saat ini adalah membantu Presiden Jokowi didalam bergotong royong mengatasi pandemi Covid-19 dengan berbagai variannya, bukan pada masalah capres-cawapres 2024. Banyak yang under estimate terkait dampak pandemi. Bahkan ada yang menganggap remeh. Laporan struktur Partai dari akar rumput menyimpulkan bahwa dampak pandemi terhadap kehidupan perekonomian sangat nyata. Perhatian seluruh pihak untuk mengatasi dampak perekonomian ini sangat penting dan menjadi prioritas utama,” kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Senin (24/5).

Hasto menggarisbawahi, persoalan Pemilu 2024 mengacu pada hasil Kongres V Partai telah menberikan kewenangan pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, berupa hak prerogatif untuk menetapkan Capres dan Cawapres pada Pemilu 2024. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini