Puan Tepis Tudingan Soal AHY Gagal Jadi Menteri Akibat Dendam Mega ke SBY

Senin, 28 Oktober 2019 11:14 Reporter : Ahda Bayhaqi
Puan Tepis Tudingan Soal AHY Gagal Jadi Menteri Akibat Dendam Mega ke SBY Puan Maharani Keliling Ruang-Ruang di DPR. ©Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Wakil Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono tidak masuk daftar menteri Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo. Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief menuding musababnya dendam lama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Mendengar isu tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kaget. Ketua DPR itu tidak percaya hubungan lama Megawati dengan SBY mengganjal langkah AHY menuju kabinet.

"Masa? pertanyaan masa begitu?" kata Puan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10).

Puan menyebut kabinet merupakan prerogatif presiden. Menurutnya, mencari nama calon menteri sampai dilantik sudah melalui proses yang panjang dan pertimbangan matang.

"Ini prerogatif presiden dan kemudian ini kan sampai terjadi pelantikan kabinet yang lalu itu kan sudah dalam proses yang panjang," jelas Ketua DPR itu.

Puan meminta yang membuat isu penjegalan AHY jadi menteri untuk melihat proses perjalanan dari pemilu sampai pelantikan kabinet. Dia minta jangan menimbulkan riak dengan cara menyalahkan pihak tertentu dalam proses pencarian menteri.

"Saya rasa jangan sampai menimbulkan riak-riak yang kemudian membuat ada yang sepertinya disalahkan atau menyalahkan," kata dia.

Puan juga menegaskan, hubungan Megawati dengan SBY baik-baik saja. Megawati dan SBY, kata dia, kerap bertemu dalam beberapa kesempatan.

"Baik-baik aja lah. Kenapa? Saya sering ketemu, ibu juga ketemu. Kemarin pelantikan juga bareng-bareng," kata dia.

Diberitakan, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief merasa, dalam penolakan AHY ada peran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keresahan itu diungkapkan dalam unggahan melalui media sosial Twitter. Menurut dia, dendam lama antar SBY dan Megawati dianggap sebagai pemicu. Alhasil wakil ketua umum Partai Demokrat itu dicoret dari daftar calon menteri.

"Awalnya saya menduga bahwa dendam Ibu Megawati hanya pada Pak @SBYudhoyono, ternyata turun juga ke anaknya @AgusYudhoyono. Tadinya saya melihat Pak Jokowi mampu meredakan ketegangan dan dendam ini, rupanya belum mampu," kata Andi, dikutip Sabtu pekan lalu.

Bagi Andi Arief, penolakan Partai Demokrat masuk ke dalam koalisi juga menandakan bahwa AHY memang ditolak. Meski begitu, partai besutan SBY ini tetap menghargai hak prerogatif Presiden Jokowi dalam menentukan orang terbaiknya menjalankan pemerintahan. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini