Projo Dukung Ganjar di Pilpres 2024?

Senin, 23 Mei 2022 18:56 Reporter : Nur Habibie
Projo Dukung Ganjar di Pilpres 2024? Jokowi di Rakernas V Projo. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Teriakan Ganjar Pranowo bergemuruh di Rakernas V Relawan Pro Jokowi (Projo), Sabtu (21/5) kemarin. Nama Ganjar disebut oleh ratusan peserta setelah Presiden Jokowi menyinggung dukungan terhadap calon presiden di acara tersebut.

Apakah momen tersebut menguatkan dukungan Projo untuk Ganjar?

Ketum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan, relawannya belum menentukan sikap. Dia mengatakan, perihal dukungan Capres akan ditentukan dalam Musyawarah Rakyat nantinya.

"Hasil keputusan Rakernas V Projo, kami akan melaksanakan Musyawarah Rakyat untuk menggali dan menjaring capres di 2024," kata Budi Arie saat dihubungi merdeka.com, Senin (23/5).

Dia mengaku, masih menunggu waktu yang pas untuk membeberkan siapa yang akan didukung pada capres 2024 mendatang. Soal kapan bakal diumumkan, dia tak menjawab secara pasti.

"Kita masih menunggu momentum yang tepat," ujarnya. Projo saat ini sedang menyusun agenda untuk mengadakan Musyawarah Rakyat dalam menenutukan arah pada capres 2024. "(Musyawarah Rakyatnya) Sedang disusun jadwal dan tempatnya," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Sinyal di Acara Projo

Presiden Jokowi berbicara soal dukungan kepada calon Presiden di hadapan relawan Projo.

Saat di atas podium, Jokowi menyinggung tokoh yang hadir dalam rakernas relawannya itu bisa saja capres yang didukung. Meskipun dia mengingatkan, relawan Projo jangan terburu-buru menentukan dukungan di Pilpres 2024.

Mendengar ucapan Jokowi, seisi Balai Ekonomi Desa Ngargogondo bergemuruh. Ratusan relawan meneriakan satu nama tokoh yang berada di tengah mereka. Dia adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta relawan Projo tidak tergesa-gesa untuk menentukan capres 2024. Meskipun, Jokowi tidak menyangkal Projo sudah mendukung salah satu tokoh jadi capres.

"Berkaitan dengan politik, karena kita harus fokus dengan persoalan persoalan (ketidakpastian global) tadi urusan politik 'ojo kesusu' jangan tergesa-gesa, jangan tergesa-gesa, meskipun mungkin yang kita dukung ada di sini," kata Jokowi saat membuka Rakernas V Projo di Jawa Tengah, Sabtu (21/4).

Para peserta pun riuh mendengar ucapan Jokowi itu. Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga kader PDIP ramai diteriakan.

"Sudah dibilang jangan tergesa-gesa, 'ojo kesusu'. Ini mau tergesa-gesa ini kelihatannya," ucap Jokowi menanggapi teriakan peserta.

Jokowi kembali berpesan agar relawannya fokus untuk selesaikan persoalan negara maupun global yang penuh ketidakpastian. Setelah itu, barulah masuk keputusan politik capres 2024.

"Sudah dibilang persoalan persoalan ini harus diselesaikan dulu, diselesaikan baru kita masuk yang namanya keputusan yang saya akan dengar dari bapak ibu semua, saya akan ajak bicara," kata Jokowi.

Acara Rakernas V Projo ini dihadiri sejumlah tokoh. Di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, anggota Wantimpres Sidarto Danusubroto, Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid yang juga relawan dari Sekretaris Nasional Jokowi, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin.

3 dari 3 halaman

Tanggapan PDIP

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melihat Presiden Jokowi menyampaikan pesan bahwa dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden harus memperhatikan banyak aspek.

"Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi menegaskan bahwa terkait dengan capres-cawapres harus memperhatikan banyak aspek," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (23/5).

Aspek tersebut adalah, pertama melihat konteks situasional bangsa negara. Saat ini tengah mengatasi dampak pandemi dan ketidakpastian global. "Hal inilah yang ditegaskan Presiden Jokowi sebagai kepentingan nasional yang harus didahulukan," imbuh Hasto.

Kedua, Presiden Joko Widodo dinilai berpesan untuk melihat momentum. Berdasarkan konstitusi calon presiden dan calon wakil presiden dicalonkan oleh partai politik sesuai tahapan yang ditetapkan KPU. Adapun pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden akan dibuka tahun depan.

Menurut Hasto, masih perlu landasan pertimbangan strategis bagi mada depan bangsa yang dikedepankan mencari sosok pemimpin. Selain itu penting juga menghitung kalkulasi kekuatan dukungan rakyat.

"Selain itu terkait dengan bagaimana pentingnya kalkulasi politik untuk memastikan kuatnya dukungan rakyat juga menjadi hal yang penting," kata Hasto.

Terakhir, calon presiden dan calon wakil presiden harus melalui pertimbangan jernih dan matang. Apalagi sosok pemimpin yang dicari harus dapat mengemban tugas bagi penduduk Indonesia

"Bahwa berkaitan dengan kepemimpinan nasional harus melalui pertimbangan yang jernih, dan matang. Sebab yang dicari adalah sosok pemimpin yang mampu mengemban tugas bagi lebih dari 270 juta penduduk Indonesia," ujar Hasto.

[rnd]

Baca juga:
Jokowi Minta Projo Tak Buru-Buru Deklarasi Capres, Ngabalin: Belanda Masih Jauh
Politikus PDIP Tak Lihat Sinyal Jokowi Dukung Ganjar Jadi Capres
PDIP Soal Pesan Jokowi ke Projo: Capres-Cawapres Harus Memperhatikan Banyak Aspek
Menebak Kode Capres Dukungan Jokowi di Rakernas Projo, Mengarah ke Ganjar?
Projo Teriakan Nama Ganjar, Jokowi Ingatkan Jangan Tergesa-gesa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini