Projo Bicara Calon Menteri PAN, Pilih Zulhas atau Soetrisno Bachir?

Selasa, 7 September 2021 15:08 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Projo Bicara Calon Menteri PAN, Pilih Zulhas atau Soetrisno Bachir? Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekjen DPP Projo relawan Pro Jokowi (Projo) Handoko menghargai masuknya PAN menjadi koalisi partai politik pendukung Jokowi. Projo mencontohkan Gerindra yang dulu berseberangan di Pilpres 2019 kini bergabung pemerintah.

"Bagi Projo tidak ada masalah, kami menghargai itu. Toh pengalaman kita juga sudah membuktikan masuknya partai lain semasa Pilpres seperti Gerindra juga masuk meksipun dia lawan di kontestasi Pilpres. Jadi Projo mempersilakan, menghargai masuknya PAN, masuknya koalisi asalkan dengan catatan itu sebagai upaya untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara," katanya saat dihubungi, Selasa (7/9).

Handoko pun menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi jika ada jatah kursi menteri untuk PAN. Projo juga menganggap wajar bila PAN menyodorkan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan petinggi PAN Sostrisno Bachir untuk jadi pembantu Presiden.

"Terserah Presiden aja, kalau siapapun layak kita juga tahu nama-nama dari PAN, siapa-siapa kita juga tahu saja. Ada Pak Zulkifli Hasan, punya track record cukup panjang, ada Mas Soetrisno Bachir yang juga di pemerintahan periode 1 juga menjadi ketua KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional), ya silakan saja nanti terserah Presiden akan memutuskan," tuturnya.

Handoko enggan menilai layak atau tidak Soetrisno dan Zulhas jika bergabung di kabinet. Ia tak ingin mempengaruhi opini terkait isi reshuffle ini.

"Saya tidak menilai lah saya tidak ingin mempengaruhi opini soal orang per orang. Jadi untuk kepentingan reshuffle saya yakin informasi dan pengetahuan Presiden akan siapa-siapa yang masuk kabinet atau tidak itu sudah cukup komprehensif," pungkasnya.

Seorang Petinggi PAN menceritakan, Presiden Jokowi menginginkan Zulkifli Hasan mengambil jatah menteri yang ditawarkan. Dua pos kementerian disodorkan. Pertama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Kedua, Menteri Perhubungan.

Dilihat dari jejak dalam kabinet, PAN pernah memplot kadernya di jabatan Menteri Perhubungan. Sementara Menko PMK biasanya diisi perwakilan Muhammadiyah yang menjadi basis massa PAN.

Zulkifli menolak. Alasannya ingin fokus mengurus partai. Pemain pengganti disiapkan. Nama Ketua Dewan Kehormatan Soetrisno Bachir jadi pilihan. Istana tampaknya pikir-pikir dengan usulan nama dari PAN. Pembahasan soal jatah menteri PAN tanpa titik temu. Sebab PAN menginginkan pos kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Presiden maunya Bang Zul langsung yang jadi menteri. Dan kesepakatan kami di internal PAN itu kita dorong Mas Tris (Soetrisno). Itu sebenarnya waktu reshuffle yang dulu," kata sumber ini saat dikonfirmasi, Rabu (1/9). [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini