KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Program internet kecamatan berantakan, laptop digondol pamong

Jumat, 14 Juni 2013 17:29 Reporter : Ya'cob Billiocta
tifatul sembiring. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Komisi I DPR gelar kunjungan kerja ke daerah, memantau program Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) berupa Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK). Hasilnya, dua program itu tak berjalan sesuai harapan. Pada praktiknya, ditemukan banyak pelanggaran.

"Di lokasi tersebut, kedua lokasi PLIK sudah berubah peruntukannya menjadi warnet. Lokasi berada di pinggir jalan raya utama. Tidak sesuai dengan keharusan lokasi, yang mensyaratkan harus berada di daerah yang jauh dari pusat keramaian," kata Anggota Komisi I DPR Nurul Arifin dalam siaran pers, Jumat (14/6).

Sedangkan pelaksanaan MPLIK lebih kacau lagi. Laptop yang seharusnya untuk melayani warga, malah diangkut ke rumah dan digunakan sebagai alat kantor petinggi desa.

"Yang menarik adalah pernyataan bahwa yang mendapat kontrak kerja sama dari Kemenkominfo pada umumnya dari partai tertentu saja. Juga ada yang harus membayar sejumlah uang, padahal seharusnya gratis karena semua dibayar negara," terangnya.

Kunker dilakukan di Ogan Ilir dan Kota Palembang. Satu paket PLIK dan MPLIK masing-masing dapat lima unit komputer. Kalau MPLIK lima laptop. "Bupati enggak tau programnya, apalagi para camat," kata Nurul.

Terpisah, anggota Komisi I DPR Ramadhan Pohan mendesak Menkominfo Tifatul Sembiring menghentikan program tersebut. "Komisi I DPR RI mendesak Kemenkominfo untuk melakukan penghentian sementara terhadap realisasi pembayaran program PLIK dan MPLIK," ujarnya. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Internet
  2. DPR
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.