Pria pelantun 'Ada Apa Dengan Cinta' jadi anggota DPRD Banyumas

Kamis, 24 April 2014 14:43 Reporter : Chandra
Pria pelantun 'Ada Apa Dengan Cinta' jadi anggota DPRD Banyumas Penyanyi Ada Apa Dengan Cinta jadi anggota DPRD Banyumas. ©2014 merdeka.com/chandra uwin

Merdeka.com - Lama tidak terdengar di dunia musik Indonesia, M Elangga Adi Nugraha atau Eric yang dikenal lewat lagu 'Ada Apa Dengan Cinta' kini telah ditetapkan menjadi anggota DPRD Kabupaten Banyumas.

Eric yang maju dari Partai Gerindra berhasil menjadi satu dari lima anggota legislatif Kabupaten Banyumas dari daerah pemilihan tiga yang meliputi Kecamatan Sumbang, Sokaraja, Kembaran dan Baturraden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Saat ditemui di rumahnya, Eric mengakui banyak orang yang tidak menyangka jika dirinya berhasil mengalahkan beberapa kandidat kuat dari partainya.

"Pertarungan di daerah pemilihan saya cukup berat, bahkan bisa disebut dapil neraka. Karena banyak incumbent dari partai yang sudah mapan," ujar pria kelahiran Purwokerto 32 tahun silam di rumahnya Jalan Sitapen, Kranji Purwokerto, Kamis (24/4).

Selama musim kampanye, Eric mulai membangun basis massanya di beberapa titik potensial untuk mendapatkan massa pemilih. Diakuinya, tidak banyak uang yang dikeluarkan untuk kampanye.

"Secara geografis, daerahnya (dapil) tidak mudah dikunjungi, karena berada di kaki Gunung Slamet. Selain itu, kendala warga yang sudah tua juga masih banyak yang buta huruf dan perlu diajarkan cara mencoblos," tutur Eric.

Banyak hikmah yang didapat Eric selama perjuangannya menjadi wakil rakyat. Mendapat teman baru menambah rasa persaudaraan dilakukannya dengan blusukan dari satu desa ke desa lainnya yang berada di daerah pemilihannya.

"Nggak nyangka banyak bertemu dengan warga yang berpenghasilan rendah sekitar Rp 250 tiap bulan. Kondisi ini yang jarang ditemuin di kota. Selain itu, rasa kebersamaan warga terjalin apik walaupun jauh tapi saling mengenal. Ini yang tidak kita temui di kota," ujarnya.

Tak jarang, ia mengunjungi calon pemilihnya dengan menggunakan sepeda motor atau menggunakan mobil VW Kodok buatan Tahun 1963 yang dirawatnya selama ini. Ada cerita lucu yang dialami Eric saat hendak mengunjungi massa calon pemilihnya ketika menggelar pengajian.

Waktu itu, Eric hanya berdua dengan teman untuk menghadiri pengajian ibu-ibu di desa. Di tengah perjalanan saat menggunakan mobil, tiba-tiba terdengar suara yang berbeda dari bagian kiri mobilnya.

"Lagi nyetir mobil, tiba-tiba terdengar bunyi krek..krek dari bagian kiri belakang. Saat dilihat oleh teman saya, ternyata ban mobil belakang saya sudah hilang. Akhirnya, kami berhenti dan mencari ban mobil yang hilang. Agak lama juga cari ban mobilnya, nggak taunya ban mobilnya udah nyemplung di sawah," ucapnya sambil tertawa.

Selama masa kampanye, ia diterima dengan baik oleh kalangan masyarakat yang didatanginya. Meski begitu, tak mudah baginya menarik simpati warga. Menurutnya, mencari pemilih sebenarnya gampang tetapi yang sulit adalah menjaga pemilih untuk setia.

"Untuk persoalan ini, harus diakui banyak kesulitan yang ditemui untuk menjaga calon pemilih," jelasnya.

Meski begitu, tekadnya menjadi wakil rakyat tetap dijalaninya. Pelajaran dan pengalaman politiknya selama ini didapat dari sang ayah yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi dan juga menjadi calon bupati selama dua periode berturut-turut.

"Awalnya mulai ingin nyaleg dari tahun 2002, karena saya melihat bapak yang masuk dalam dunia politik ikut jadi calon bupati," jelas caleg urutan 8 dari Partai Gerindra.

Ia menjatuhkan pilihan masuk Partai Gerindra, lantaran cocok dengan visi misi Prabowo yang juga masih terhitung keturunan orang Banyumas. Visi misinya pun tak jauh dari kegiatannya sebagai musisi, yakni memajukan seni tradisional Banyumas yang selama ini kurang diminati anak muda.

"Berangkat dari latar belakang seniman dan daerah pemilihanku, ternyata banyak budaya tradisional yang bisa diangkat untuk menunjang kreativitas anak muda dan membangkitkan wisata untuk diperkenalkan kepada dunia," jelas suami Betha Krismahardhika yang sehari-harinya masih bekerja sebagai penata musik.

Kreativitas Eric sebagai penata musik juga digunakannya dengan membuat dua jingle untuk kampanye dalam lirik bahasa banyumasan. Jingle berjudul "Dipikir Karo Nyoblos No Wolu" yang diperdengarkan pun terasa familiar.

"Kalau ini, sebenarnya diplesetin dari lagunya Taylor Swift, I Knew You Were Trouble," kata bekas rekan duet Melly Goeslow itu.

Eric berharap, setelah di kursi dewan bisa menjadi anggota komisi D yang bergerak di bidang sosial, kesehatan dan pendidikan. "Kalau di Komisi D, kesempatan untuk bisa langsung turun ke lapangan dan berinteraksi semakin besar sehingga bisa berbuat banyak di masyarakat," tuturnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Caleg Artis
  2. Pemilu 2014
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini