Presiden PKS: Saya lihat revisi UU KPK seperti dipaksakan

Sabtu, 10 Oktober 2015 14:48 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Presiden PKS: Saya lihat revisi UU KPK seperti dipaksakan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. ©2015 Merdeka.com/Humas DPP PKS

Merdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi salah satu partai yang menolak usulan revisi undang-undang KPK. Partai berlambang bulan sabit tersebut dibuat bingung di parlemen, sebab belum pernah ada pembahasan, tapi usulan revisi itu sudah ramai dipublik.

Hal itu disampaikan Presiden PKS Sohibul Iman usai membuka musyawarah wilayah ke-IV Jawa Barat, di Hotel Grand Aquila, Bandung, Sabtu (10/10).

"Saya lihat (revisi UU KPK) seperti dipaksakan, inisiatif katanya di DPR, tapi DPR sendiri sebenarnya belum pernah membahas. Kalau mau inisiatif DPR-kan harusnya menyampaikan sebuah pemikiran sampai terjadi konsensus jadi sikap DPR. Ini enggak dilakukan," kata Sohibul.

PKS tambah dibuat bingung karena fraksinya diminta untuk menandatangani RUU KPK tersebut. "Kita disuruh tandatangan, padahal ini belum pernah membahasnya. Dan setelah dipelajari. Isinya jauh dari DIM atau daftar isian masalah yang kami miliki," ungkapnya.

Dia menegaskan, PKS mendukung upaya KPK dalam pemberantasan korupsi. Soal umur KPK selama 12 tahun, kata dia, tentu harus ada peremajaan ke arah yang lebih baik.

"Ada kebutuhan itu semua menyadari itu. Tetapi untuk bisa amandemen itu, kan tujuan kita itu konstruktif ya. Memperkuat upaya kita pemberantasan korupsi," tandasnya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Revisi UU KPK
  2. PKS
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini