Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY Dukung Tradisi Bakar Batu Sambut Natal di Papua Pegunungan
Prajurit TNI Satgas Yonif 511/DY aktif mendukung tradisi bakar batu bersama masyarakat Kampung Numbukawi, Lanny Jaya, sebagai wujud kebersamaan menyambut Natal 2025 dan melestarikan budaya lokal.
Prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 511/DY menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersamaan dengan masyarakat di wilayah penugasan. Mereka aktif mendukung prosesi budaya bakar batu yang diselenggarakan dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Natal 2025. Kegiatan ini berlangsung di Kampung Numbukawi, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Dukungan ini tidak hanya sebatas kehadiran, melainkan partisipasi aktif para prajurit dalam setiap tahapan tradisi. Bakar batu, sebuah warisan leluhur di Papua Pegunungan, dihidupkan kembali bersama masyarakat, mempererat tali silaturahmi antara TNI dan warga setempat. Inisiatif ini menjadi bukti nyata strategi komunikasi sosial yang efektif.
Menurut Komandan Pos (Danpos) Malagai Satgas Pamtas Yonif 511/DY Kapten Inf Sena Nurjabbar, tradisi bakar batu lebih dari sekadar perayaan. Ini adalah wujud nyata upaya merangkul kearifan lokal guna memelihara stabilitas keamanan melalui ikatan sosial yang kuat. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur dan persaudaraan yang erat di wilayah terdepan Indonesia.
Kebersamaan Prajurit TNI dan Masyarakat dalam Tradisi Bakar Batu
Prajurit TNI di Pos Malagai Satgas Pamtas Yonif 511/DY bersama masyarakat Kampung Numbukawi bahu membahu menghidupkan tradisi bakar batu. Kegiatan ini merupakan warisan budaya nenek moyang di wilayah Papua Pegunungan yang perlu dilestarikan. Kehadiran prajurit dalam prosesi ini menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga dan merawat budaya lokal.
Suasana kekeluargaan terasa kental saat prajurit dan masyarakat bersama-sama menggali lubang tanah. Mereka kemudian menyusun batu-batu dan membakar kayu bakar untuk memanaskan batu-batu tersebut. Proses ini mencerminkan gotong royong dan kebersamaan yang kuat antara TNI dan warga.
Setelah batu panas, ubi, keladi, pisang, dan daging kemudian dimasak di atas tungku batu yang membara. Momen ini bukan hanya tentang memasak makanan, tetapi juga tentang berbagi dan merayakan kebersamaan. Tradisi bakar batu ini menjadi jembatan penghubung antara prajurit dan masyarakat.
Makna Bakar Batu sebagai Simbol Persaudaraan dan Stabilitas Keamanan
Tradisi sakral bakar batu ini memiliki makna mendalam, bukan hanya sekadar hidangan yang disajikan. Kegiatan ini sarat akan simbol rasa syukur, kesederhanaan, dan eratnya persaudaraan di wilayah terdepan Indonesia. Prajurit TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga merawat garis persaudaraan.
Kapten Inf Sena Nurjabbar menjelaskan bahwa ketika tradisi dihormati, kepercayaan akan tumbuh di antara masyarakat dan prajurit. Saat kepercayaan tumbuh, kedamaian dan keamanan di wilayah tersebut juga ikut terjaga dengan baik. Ini menunjukkan bahwa pendekatan budaya sangat efektif dalam menjaga stabilitas.
Bakar batu dapat dikatakan lebih dari sekadar perayaan budaya semata. Kegiatan ini merupakan wujud nyata strategi komunikasi sosial (komsos) yang merangkul kearifan lokal. Tujuannya adalah memelihara stabilitas keamanan melalui ikatan sosial yang erat dan harmonis antar semua pihak.
Apresiasi Masyarakat dan Hubungan yang Semakin Matang
Acara bakar batu tersebut berlangsung tertib dan lancar hingga selesai, ditutup dengan momen makan bersama antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Kehangatan hidangan yang matang dari panas batu menjadi cerminan hubungan yang semakin matang. Ini menunjukkan ikatan yang kuat antara TNI dan masyarakat Desa Numbukawi Distrik Malagai.
Tokoh masyarakat setempat, Turis Weya (51), menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada Satgas Pamtas Yonif 511/DY. Ia mengapresiasi peran serta prajurit yang telah bersama-sama menjaga dan merawat nilai budaya bakar batu di daerah mereka. Kehadiran TNI sangat berarti bagi warga.
"Terima kasih bapak TNI di Pos Malagai yang sudah hadir di acara bakar batu yang sudah membantu kita punya acara untuk menyambut Natal, semoga Tuhan memberkati kita semua," ujar Turis Weya. Ungkapan ini menegaskan betapa positifnya dampak kehadiran dan partisipasi TNI dalam kegiatan budaya masyarakat.
Sumber: AntaraNews