Prabowo Sibuk, Ikatan Dai Aceh Tak Dapat Jawaban Atas Undangan Baca Alquran

Senin, 14 Januari 2019 12:40 Reporter : Ahda Bayhaqi
Prabowo Sibuk, Ikatan Dai Aceh Tak Dapat Jawaban Atas Undangan Baca Alquran Ikatan Dai Aceh di Kantor BPN Prabowo-Sandi. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Perwakilan Ikatan Dai Aceh tak sempat bertemu dengan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto. Mereka berencana menagih undangan tes baca Alquran. Namun tidak mendapatkan jawaban karena Prabowo dan timsesnya tengah sibuk mempersiapkan agenda besar.

Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak beserta rombongan hanya bertemu perwakilan sekretariat di Media Center. Awalnya mereka berusaha mendatangi rumah Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Namun, dialihkan ke kantor Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga di sebelahnya. Sampai kembali diarahkan ke media center yang terletak di seberang kantor BPN dan rumah Prabowo.

"Namun dari pihak sekretariat tadi bapak (Prabowo) sedang di luar mempersiapkan acara yang besar. Mungkin ini akan dirapatkan kembali. Insya Allah dalam waktu dekat mendapatkan jawaban," ujar Marsyuddin di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Kertanegara VI, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Dalam pertemuan yang berlangsung singkat, Marsyuddin juga tidak mendapatkan jawaban jelas. Dia hanya menyebut dijanjikan bakal ada pertemuan kedua.

"Untuk hari ini dari kawan-kawan sekretariat, Bapak (Prabowo) lagi ada kesibukan kita jadwalkan lain kali," kata Marsyuddin.

Sebelumnya, Perwakilan Dai Aceh sudah menyurati kedua pasangan calon presiden untuk melakukan tes baca Al-Qur'an. Meski kedua kubu pasangan calon sudah memberikan pernyataan di media, hal itu tak bisa jadi acuan.

"Nah itu bagi kami tidak bisa kami pegang kami butuh resminya," kata Marsyuddin.

Rencananya sehabis zuhur siang ini, Ikatan Dai Aceh bakal menyambangi kubu pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf di Posko Cemara, Jakarta Pusat. Mereka juga menagih jawaban resmi dari kubu inkumben.

Marsyuddin menyebut urgensi tes ini karena politik identitas menguat. Dia memperhatikan dua pasangan calon saling adu kuat keislamannya. Kenapa Al-Qur'an, karena kemampuan membaca itu penting oleh pemimpin meski tak wajib. Masyarakat sendiri yang akan menilai.

"Bila ada yang datang alhamdullilah bila tidak ada yang datang alhamdulillah. Semua akan kami laporkan semua akan kami sampaikan ke masyarakat," kata dia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini