Prabowo-Sandiaga Laporkan Tabloid 'Indonesia Barokah' ke Polisi

Rabu, 23 Januari 2019 14:20 Reporter : Sania Mashabi
Prabowo-Sandiaga Laporkan Tabloid 'Indonesia Barokah' ke Polisi MKD usai periksa Setnov di KPK. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sebuah tabloid bermuatan politik bernama 'Tabloid Indonesia Barokah' dilaporkan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. Alasannya, tabloid itu sudah memuat pemberitaan yang tendensius terhadap Prabowo-Sandi.

"Kami sudah laporkan kepada pihak yang berwajib karena tabloid-tabloid itu kan isinya tendensius dan juga tidak jelas penerbitnya, berpotensi untuk mengganggu ketertiban umum serta memecah belah," kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/1).

Diketahui, Tabloid Indonesia Barokah beredar di daerah Jawa Tengah. Tabloid itu beredar dari masjid-masjid di Jawa Tengah. Pelaporan terhadap Tabloid itu juga sudah dilakukan sejak pekan lalu.

"Setelah mendapat laporan bahwa tabloid-tabloid itu kemudian secara masif disebarkan dari rumah ke rumah dan jumlahnya banyak, kami sudah mengambil langkah hukum untuk melapor peredaran tabloid tersebut," ungkapnya.

Menurut Dasco, tabloid itu juga beredar di daerah Jawa Barat. "Di Jawa Barat ada juga. Makanya saya bilang, karena dia beredarnya secara masif dan kemudian berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keresahan di masyarakat, makanya segera kira ambil langkah untuk segera melaporkan," ucapnya.

TKN Jokowi-Ma'ruf Tak Terlibat

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menegaskan, tidak berkaitan dengan Tabloid Indonesia Barokah. Jubir TKN, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya berkomitmen berkampanye dengan narasi positif. Dia mengaku tak tahu menahu soal penyebaran tabloid tersebut.

"Sekali lagi perlu kami tegaskan bahwa kami berkomitmen untuk mengedepankan narasi positif, bukan hoaks, berdasarkan fakta dan bukan kebohongan," ujar Ace dalam keterangan pers, Rabu (21/1).

TKN bakal meminta kepada para pendukung capres-cawapres, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, untuk menghentikan kampanye dengan nada negatif. Jika terbukti ada yang menyebarkan hoaks dan kebohongan.

"Kami akan memerintahkan kepada para pendukung kami, jika ada pihak-pihak yang menyampaikan narasi negatif, menyebarkan hoaks dan kebohongan, untuk dihentikan kampanye seperti itu," jelas politisi Golkar itu.

Ace mengamini penemuan Bawaslu bahwa dari segi konten tidak ditemukan pelanggaran. Bawaslu Blora menyebut tidak ada konten ujaran kebencian. Tabloid tersebut diperbolehkan beredar lantaran hanya mengkurasi berita dari berbagai media.

"Kalau dilihat dari segi konten, sebagaimana yang disampaikan Bawaslu di Blora, tidak ditemukan pelanggaran atas konten Tabloid tersebut," ucapnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini