Prabowo-Sandi Nilai JK Gelisah Lihat Pembangunan Infrastruktur Jokowi

Rabu, 23 Januari 2019 11:38 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Prabowo-Sandi Nilai JK Gelisah Lihat Pembangunan Infrastruktur Jokowi Jusuf Kalla dan Menhan di Indo Defence 2018. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengkritik proyek infrastruktur yang tengah dilakukan di sejumlah daerah. Misalnya, kereta Trans Sulsel, MRT Sumsel dan LRT di Jakarta.

Menanggapi hal itu, kubu Prabowo-Sandiaga melihat ada kegelisahan yang tengah dilihat Wapres JK. JK dinilai sebagai sosok yang rasional melihat, meskipun saat ini menjabat sebagai ketua dewan pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

"Pak JK adalah sosok yang rasional dan senang ngomong apa adanya," kata Jubir Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak kepada merdeka.com, Rabu (23/1).

Dahnil juga melihat ada kegelisahan JK melihat pembangunan infrastruktur di era Jokowi. Dia menilai, pembangunan infrastruktur Jokowi sebagai ancaman yang serius.

"Saya kira kritik beliau adalah kegelisahan beliau terhadap ancaman serius pembangunan Infrastruktur yang bermasalah. Dan hal tersebut tentu menjadi ancaman serius bagi masa depan Indonesia" tambah Dahnil.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa kali menyampaikan kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur yang tengah gencar dibangun pada era pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya soal proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

JK menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. "LRT Palembang jadikan coba-coba turis lokal saja," kata JK.

Karena itu, dia mengingatkan agar pembangunan infrastruktur tidak hanya memperhatikan aspek secara teknis, tapi juga dampak terhadap perekonomian.

"Ini suatu tanggung jawab kita semua untuk melihat itu sebagai bagian daripada evaluasi kita meningkatkan infrastruktur tapi juga manfaatnya bagaimana," kata JK.

JK juga menyinggung proyek pembangunan kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado. Menurut JK, proyek tersebut tidak efisien, karena tidak ada yang menaiki transportasi tersebut.

"Sama kereta api Sulawesi-Manado, siapa yang mau naik ke Makassar? Barang apa yang mau diangkut dari selatan ke utara, utara ke selatan? Hanya perpendek saja di Sulawesi untuk kebutuhan memperbaiki industri. Kalau barang tidak akan efisien," kata JK.

Tak hanya soal LRT di Palembang, JK juga mengkritik pembangunan LRT Jabodetabek yang menelan biaya sampai Rp 500 miliar per kilometernya (km). Menurutnya, pembangunan LRT dengan skema elevated (layang) dinilai kurang efektif.

"Saya kasih contoh, membangun LRT ke arah Bogor dengan elevated (jalur layang). Buat apa elevated kalau hanya berada di samping jalan tol?" ucap JK.

Menurut dia, di sejumlah negara, pembangunan LRT tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol. Pembangunan jalur layang justru akan membuat biaya semakin membengkak.

"Biasanya light train itu tidak dibangun bersebelahan dengan jalan tol, harus terpisah. Tapi bangunnya gitu. Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer," kata JK yang kembali mengkritik proyek infrastruktur. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini