Prabowo Kuasai Lahan di Aceh Saat Krisis Moneter & Pengusaha Bawa Duit ke Luar

Rabu, 20 Februari 2019 15:16 Reporter : Afif
Prabowo Kuasai Lahan di Aceh Saat Krisis Moneter & Pengusaha Bawa Duit ke Luar Debat kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Isu kepemilikan lahan Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 semakin menyedot perhatian warga. Prabowo mengakui memiliki lahan di Bener Meriah dan Aceh Tengah seluas 120.000 hektare.

Pengakuan ini setelah Capres Joko Widodo nomor urut 01 menyebut Prabowo memiliki lahan di dataran tinggi Gayo dalam debat kedua Capres. Pernyataan Jokowi tersebut dibenarkan oleh Prabowo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh, Syahrial membenarkan itu lahan milik Prabowo Subianto. PT Tusam Hutani Lestari (PT THL) dibeli oleh Prabowo saat Indonesia sedang mengalami krisis.

Syahrial mengaku, PT THL diperoleh Prabowo saat perusahaan itu hasil patungan dengan pihak ketiga dan PT Inhutani. Sahamnya dikuasai oleh pihak ketiga.

"Pada saat itu mereka punya tunggakan kepada negara atas pinjaman dana reboisasi, jadi saat krisis moneter aset-aset utang itu diperhitungkan semua. Jadi pengusaha kala itu mungkin diambil alih oleh Prabowo," kata Syahrial, Rabu (20/2) di Banda Aceh.

Kendati demikian, Syahrial mengaku tidak mengetahui Prabowo membeli dari mana, apakah dari perusahaan langsung atau lainnya. Namun statusnya adalah Hak Penguasaan Hutan (HPH), bukan Hak Guna Usaha (HGU), yaitu Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK).

"Saat itu pengusaha-pengusaha banyak membawa duit keluar negeri, justru beliau (Prabowo) pada saat itu membeli aset yang dikuasai oleh Hutani Lestari," jelasnya.

Kata Syahrial, sejak tahun 1993 PT THL menanam kayu. Padahal belum jelas kapan ditebang, karena belum ada industri pengolah pohon pinus. Yang ada hanya memasok bahan baku perusahaan kertas PT Kertas Kraft Aceh (KKA) di Desa Jamuan, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Aceh Utara.

"Moratorium itu hanya berlaku pada Izin HPH hutan alam. Kalau hutan tanaman tidak pernah diberlakukan moratorium ini," jelasnya.

Syahrial mengaku tidak ada tanaman serai dalam PT THL, karena lahan itu berada di Bener Meriah dan Aceh Tengah dan sebagian di gunung Salak Kabupaten Ach Utara.

"Jadi di kawasan ini bukan kawasan tanaman serai, itu hanya ada di Gayo Lues," jelasnya.

Hanya saja, sebut Syahrial, areal PT THL sebagiannya sudah beralih dari hutan produksi menjadi kawasan Hak Pengguna Lain (HPL). Seperti contoh di Ketol, Bener Meriah sudah ditanami komoditi tebu oleh masyarakat.

"Ini masih menjadi permasalahan di lapangan yang belum terselesaikan karena status lahannya HPL," tukasnya.

Syahrial mengaku tidak ada illegal logging terjadi di kawasan hutan perusahaan PT THL. Justru masyarakat memanfaatkan getah untuk sumber ekonomi. "Kalau batang ditebang tidak ada lagi getah. Mereka memanfaatkan getah," ungkapnya.

Kata Syahrial, tidak ada permasalahan dengan izin perusahaan milik Prabowo Subianto. Saat itu pihak lain membawa keluar seluruh dana dari Aceh, justru dia berinvestasi di Aceh.

"Membeli aset-aset lokal, kalau uangnya dari mana saya tidak tahu. Yang jelas, beliau menginvestasikan," tutupnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini