Prabowo Bersedia Jadi Menhan Sesuai Filosofi Soldier Never Die

Selasa, 22 Oktober 2019 05:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Prabowo Bersedia Jadi Menhan Sesuai Filosofi Soldier Never Die Prabowo dan Edhy Prabowo di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil sejumlah tokoh ke Istana untuk memilih calon menterinya di kabinet kerja lima tahun ke depan. Salah satu tokoh yang datang adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Prabowo mengaku diminta Jokowi untuk membantu di bidang pertahanan. Pengamat politik Adi Prayitno menilai, jika Prabowo benar-benar menjadi Menteri Pertahanan (Menhan) di kabinet Jokowi, maka terjadi kejutan dalam politik nasional.

"Kejutan pertama misalnya ada Prabowo datang yang selama ini ditengarai sebagai salah satu calon Menhan kan. Itu luar biasa, itu akan menjadi suatu hal spektakuler kalau itu terjadi," kata Adi saat dihubungi merdeka.com, Senin (21/10).

"Artinya keinginan Prabowo ingin jadi menteri bukan hanya isapan jempol belaka, tapi akan menjadi fakta sejarah yang dicatat, itu menurut saya menteri kejutan, yang lain sih relatif biasa aja," ucapnya.

Adi tak menganalisa dari sisi politik mengenai keputusan Prabowo yang notabene sekelas capres, akhirnya luluh dan bersedia menjadi anak buah rivalnya di Pilpres, Jokowi. Dia hanya mengutip filosofi yang melekat dalam diri seorang tentara.

"Ada filosofi dalam tentara itu soldier never die, jadi tentara tidak pernah mati. Selama panjang hayatnya melekat di badan, batas pengabdiannya kepada negara itu tidak kenal usia," ucapnya.

Dia berprasangka baik. Prabowo ingin mengabdi kepada negara dan bangsa.

"Yang jelas memilih untuk jadi menteri Jokowi orang juga tidak bisa menjelaskan apapun, tapi kita harus berprasangka baik untuk kepentingan bangsa dan negara mau gimana lagi," ucapnya.

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto baru saja menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10). Selepas pertemuan, Prabowo memaparkan hasil pertemuan tersebut.

"Saudara-saudara sekalian, saya baru saja menghadap bapak presiden Republik Indonesia. Yang baru kemarin dilantik saya bersama Edhy Prabowo kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau," ujarnya.

"Dan saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu dan hari ini resmi diminta dan kami sanggupi membantu," lanjut Prabowo.

Jokowi memintanya untuk membantu di bidang pertahanan. Oleh karena itu, Jokowi pun memberikan pengarahan kepada Prabowo. Namun, Prabowo tidak menyebut arahan kepada Edhy. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini