PPP Tolak konvensi dan ancam cabut dukungan dari Ridwan Kamil

Kamis, 7 Desember 2017 12:23 Reporter : Aksara Bebey
ridwan kamil. ©2017 Merdeka.com/dian rosadi

Merdeka.com - Ridwan Kamil terancam ditinggalkan PPP di Pilgub Jabar tahun depan. Penyebabnya konvensi untuk pemilihan pendamping sang Wali Kota Bandung itu berpotensi menimbulkan pertikaian.

Seperti diketahui, pria yang karib disapa Emil ini sudah mendapatkan dukungan dari NasDem, PPP, PKB dan Golkar.

PPP menawarkan Uu Ruzhanul Ulum sementara PKB memunculkan Syaiful Huda. Partai Golkar yang terakhir ikut bergabung dalam koalisi menunjuk kadernya, Daniel Muttaqien.

Belakangan, Uu dan Daniel menjadi nama yang bersaing ketat memperebutkan kursi calon wakil gubernur. Namun Emil yang tidak menunjukkan sikap tegas memilih salah satu di antara keduanya memunculkan ide konvensi.

Ide itu mendapat tentangan dari PPP. Partai berlambang Kabah bahkan mengancam menarik dukungan.

Ketua DPW PPP Jabar, Ade Mubawaroh Yasin menilai wacana konvensi tidak relevan, bahkan bisa merusak jalinan koalisi yang sudah terbentuk antar partai koalisi.

"Konvensi hanya akan menimbulkan persaingan antarkoalisi. Emil sebaiknya mengedepankan komunikasi," ucapnya saat dihubungi, Kamis (7/12).

PPP sebut hanya akan mengusung Ridwan Kamil dengan catatan, Uu dipilih sebagai wakil. Hal itu merupakan bagian komitmen dan perjuangan partainya untuk memunculkan kader.

Dihubungi terpisah, pakar politik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Karim Suryadi menyebut, konvensi belum tentu efektif, malah akan mempengaruhi dukungan yang sudah diberikan.

"Jangan mengurai benang yang sudah menjadi kain, artinya kita tidak tahu deal apa yang sudah dibangun RK (Ridwan Kamil) dengan parpol koalisi. Tapi rasanya tidak mungkin tanpa kesepakatan," terangnya.

Ia menilai konvensi bisa jadi sebuah pengingkaran. Daripada konvensi, Karim menyebut lebih baik dibicarakan dengan koalisi. Sejauh pengamatannya, RK belum pernah melakukan komunikasi bersama sama dengan parpol koalisi.

"Keputusannya di RK sendiri, chemistry-nya dengan siapa. Sinerginya dengan siapa. Calon Wagub juga punya kelemahan dan keterbatasan kalau dilihat dari wilayah. Daniel hanya utara, Uu (Ruzhanul Ulum) di Priangan timur. Padahal desa-desa sangat banyak, lebih dari 5.000 desa," terangnya.

Karim pun khawatir, konvensi akan menimbulkan efek subliminal yang menguat. Alih-alih dianggap demokratis, malah yang muncul, RK tidak mau mengambil risiko.

"Menurut saya ide konvensi buah dari kebingungan yang dibuatnya sendiri. Kita tidak tahu komunikasi yang dilakukan dengan partai pendukung. Saya menduga dukungan yang didapat dibarter dengan janji posisi wakil. Mereka (parpol pendukung) saat ini menagih janji," pungkasnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. PPP
  2. Pilgub Jabar
  3. Bandung
  4. Ridwan Kamil
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.