PPP minta kubu Prabowo buktikan tuduhan ada 25 juta pemilih ganda

Selasa, 4 September 2018 14:36 Reporter : Sania Mashabi
PPP minta kubu Prabowo buktikan tuduhan ada 25 juta pemilih ganda Arsul Sani. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Kubu bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno menentang penetapan data pemilih sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Pilpres 2019 yang akan dilakukan Rabu 5 September nanti. Sebab dari data yang mereka miliki, ada 25 juta pemilih ganda dari 137 juta data pemilih sementara.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menantang kubu Prabowo-Sandiaga membuktikan tuduhan tersebut. Dia pun meminta data sampel yang dimiliki kubu Prabowo.

"Saya ingin menanggapi kalau memang itu (ada), berikan buktinya, jadi jangan berstatemen berbasis katanya-katanya, berikan saja buktinya mana 25 juta yang berganda itu minimal dengan random sampling, gitu dong," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senyan, Jakarta, Selasa (4/9).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin ini menghormati jika kubu Prabowo menolak data tersebut. Tetapi dia menegaskan, semua penolakan itu harus juga didasari bukti dan fakta yang kuat.

"Menolak itu hak, jadi itu tetap harus dihormati, tetapi dalam menggunakan hak itu harus berdasarkan fakta dan bukti, kan itu, tidak berbasis temuan," ungkapnya.

"Kalau ternyata masalahnya dan ada temuan tapi ternyata enggak 25 juta ya mari kita lihat, perlu dikoreksi apa benar 25 juta," ucapnya.

Sebelumnya, kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak rencana KPU menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) pada pleno yang akan dilakukan Rabu (5/9). Sebab, pihaknya menemukan masih ada 25 juta data pemilih ganda dari 137 juta data pemilih sementara (DPS) yang mereka terima.

"Kami konfirmasi lagi ke KPU dari data itu, dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25 jutaan pemilih ganda," kata Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (2/9). [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini