Politisi PKB Anggap Ibas Berlebihan Khawatir Indonesia Gagal Tangani Covid-19

Kamis, 8 Juli 2021 20:10 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Politisi PKB Anggap Ibas Berlebihan Khawatir Indonesia Gagal Tangani Covid-19 Anggota Fraksi PKB Luqman Hakim. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin 'mengganas'. Dia khawatir RI disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya.

Anggota DPR RI Fraksi PKB Luqman Hakim menyebut, kekhawatiran Ibas terlalu berlebihan. Menurutnya, tidak ada tanda-tanda Indonesia mengarah ke negara gagal dalam penanganan pandemi.

"Terlalu berlebihan kekhawatiran Mas Ibas itu. Saya sama sekali tidak melihat tanda-tanda Indonesia sedang mengarah ke negara gagal. Bahwa dalam penanganan pandemi Covid-19 ada kekurangan di sana-sini, itu masih wajar," katanya lewat pesan, Kamis (8/7).

Luqman melihat pemerintah terbuka menerima kritik untuk menyempurnakan penanganan Covid-19. Buktinya, setelah desakan dari banyak pihak agar pulau jawa di-lockdown, pemerintah menetapkan kebijakan PPKM Darurat Covid-19 Jawa dan Bali.

"Mas Ibas terlalu berlebihan kekhawatirannya," kata Luqman.

Luqman menyebut, semua pihak layak melakukan intropeksi terhadap adanya kekurangan atau kelemahan penangan Covid-19. Baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, juga masyarakat. Semua layak melakukan intropeksi atau muhasabah.

"Saling menyalahkan, bukanlah solusi. Yang diperlukan adalah kerjasama, kekompakan, saling mengingatkan agar dengan kewenangan dan kemampuan masing-masing, melakukan langkah-langkah menangani Covid-19," tuturnya.

Luqman mengakui utang negara bertambah, namun pemerintah optimis masih dalam batas kemampuan negara untuk kelak membayarnya. Menurutnya kemampuan moneter dan fiskal masih baik. Sektor ekonomi riil, masih bergerak bagus dalam situasi pandemi ini.

Selain itu, kepercayaan dunia internasional masih baik. Sistem pemerintahan pun masih berjalan efektif. Begitu juga layanan publik masih berjalan sangat baik. Polisi juga berhasil mengendalikan keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga angka kejahatan terus menurun.

Di samping itu, lanjut dia, praktik korupsi terus ditekan, misalkan dengan keberanian Kejaksaan Agung mengusut kasus-kasus korupsi raksasa yang merugikan negara puluhan triliun dan sebagainya.

"Tidak ada satupun indikasi negara gagal yang saat ini terjadi di Indonesia. Mungkin yang dilihat Mas Ibas bukan Indonesia, bisa jadi usai nonton drama korea," pungkasnya.

Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menyatakan Covid-19 makin 'mengganas'. Keluarga, sahabat dan orang-orang di lingkungan sekitar banyak yang terpapar. Tidak sedikit yang meninggal dunia.

Ibas mempertanyakan sampai kapan bangsa ini akan terus seperti sekarang. Dia khawatir RI disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya.

"Sampai kapan bangsa kita akan terus begini? Jangan sampai negara kita disebut sebagai failed nation atau bangsa gagal akibat tidak mampu menyelamatkan rakyatnya," ujar Ibas, Rabu (7/7).

Ibas juga menyampaikan bahwa pemerintah terlihat 'tidak berdaya' menangani pandemi Covid-19 yang sudah memasuki tahun kedua. Kurangnya tabung oksigen, misalnya, menurutnya menunjukkan antisipasi yang lemah dari Pemerintah.

"Bagaimana mungkin tabung oksigen disumbangkan ke negara lain, tapi saat rakyat sendiri membutuhkan, barangnya susah didapat," kata Ibas. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini