Politikus PKS Minta Maaf pada PDIP Usai Sindir Puan Capres

Senin, 8 November 2021 14:12 Reporter : Ahda Bayhaqi
Politikus PKS Minta Maaf pada PDIP Usai Sindir Puan Capres DPR terima surat pencalonan Andika Perkasa jadi Panglima TNi. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Anggota DPR dari Fraksi PKS Fahmi Alaydroes menyatakan permasalahan dengan Ketua DPR Puan Maharani sudah selesai. Fahmi sebelumnya menyindir Puan lantaran kesal permintaan interupsi dalam rapat paripurna tidak digubris.

Fahmi mengatakan, sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Fraksi PDI Perjuangan.

"Hal itu sudah selesai tadi, dengan teman-teman PDIP tadi saya juga sudah meminta maaf," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11).

Fahmi mengatakan, sindiran kepada Puan sebelumnya karena protes tidak diizinkan untuk menyampaikan interupsi.

Menurutnya, hal ini menjadi pembelajaran kepada pimpinan DPR agar menghargai dan menjamin hak anggota dewan untuk menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna.

"Tetapi tentu saja ini menjadi pelajaran besar, terutama buat pimpinan DPR untuk menghargai dan menjamin hak konstitusi saya sebagai anggota dewan, terima kasih," kata Fahmi.

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini juga mengatakan masalah sindiran sudah selesai. Pihaknya tidak ingin melanjutkan polemik tersebut.

"Saya kira itu sudah selesai dan meminta maaf, di situ kita tidak ingin kembangkan. Sudah selesai kalau itunya. Karena konten kita sekarang ini mau mengkritisi Mendikbud. Kalau nanti dikembangkan begitu, yang muncul nanti malah yang lain. Saya ingin fokus kita adalah pada bagaimana permen itu menjadi perhatian menterinya sendiri, itu dulu," kata Jazuli.

2 dari 2 halaman

Awalnya Kesal

Sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi PKS Fahmi Alaydroes kesal interupsi saat rapat paripurna tidak digubris oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Dengan nada kesal, Fahmi melempar suatu ujaran kepada Puan.

"Bagaimana mau jadi capres!" kata Fahmi saat rapat paripurna DPR RI, Senin (8/11).

Momen itu terjadi ketika Puan akan menutup rapat paripurna dengan agenda tunggal yaitu pengesahan laporan Komisi I terkait uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Fahmi meminta kesediaan pimpinan rapat agar diberikan waktu untuk menyampaikan interupsi. Fahmi sudah meminta waktu dan sudah menyebut nomor keanggotaannya. [rnd]

Baca juga:
PKS Minta Maaf dengan PDIP, Fahri Hamzah Sindir Lagi Oposisi Memble
Sudah Minta Maaf, PKS Ingatkan Puan Hargai Hak Anggota DPR Sampaikan Aspirasi
Politikus PKS Kesal Interupsi Tak Digubris Puan: Bagaimana Mau Jadi Capres
DPR Minta Jenderal Andika Maksimalkan Masa Dinas Sebagai Panglima TNI
Paripurna DPR Setuju Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Ketua DPR Ingatkan Calon Panglima: Tantangan TNI Makin Besar Perang Fisik dan Siber

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini