'Politik santun berbahaya bagi rakyat'

Selasa, 19 Juni 2012 15:14 Reporter : Baiquni
'Politik santun berbahaya bagi rakyat' Donny Gahral Adian (kiri) dan istri. merdeka.com/kapanlagi.com/budy juwono

Merdeka.com - Semboyan politik santun yang sering menjadi jargon parpol dan politikus dinilai tidak akan berdampak positif bagi rakyat. Politik jenis itu justru dianggap berbahaya bagi rakyat banyak.

"Politik santun itu justru berbahaya bagi rakyat. Karena politik santun dapat menjadi kedok bagi penguasa untuk menutupi dosa politiknya," ujar Dosen Filsafat Politik Universitas Indonesia (UI), Donny Gahral Adian.

Hal itu dikatakan Donny dalam diskusi bertajuk 'Politik Santun: Antara Retorika dan Kenyataan' di Rumah Perubahan, Kompleks Duta Merlin, Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (19/6).

Donny menambahkan, pemimpin yang mengusung politik santun dapat bersifat sangat licik. Artinya, pemimpin ini akan menggunakan citra politik santun untuk memperbanyak langkah liciknya.

"Dia bisa menggelontorkan kebaikan. Tapi, di belakang dia bisa membuat kebijakan yang justru mencederai rakyat," kata Donny.

Donny mencontohkan, penerapan politik santun ini pernah diterapkan ketika masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Ketika itu, politik santun menjadi alat yang ampuh dalam pertarungan perebutan kekuasaan.

"Politik santun saat itu menjadi alat perebutan kekuasaan dan menjadi alat menutupi kebijakan yang justru tidak berpihak pada rakyat," ucapnya.

Lebih lanjut, kata Donny, selama ini rakyat Indonesia cenderung melihat sesuatu yang tidak tampak. Tidak melihat pada kebusukan yang ada di belakang politik santun.

"Jangan tergiur oleh pemimpin yang mengusung politik santun. Lebih baik lihat saja dosa yang mereka sembunyikan," sarannya. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. Politik
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini