Politik Indonesia adalah politik saudagar

Sabtu, 23 Juni 2012 17:13 Reporter : Nurul Julaikah
  Politik Indonesia adalah politik saudagar Partai Nasdem. merdeka.com/Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Nasional Demokrat (NasDem) Ahmad Rofiq menilai kondisi politik di Indonesia adalah politik saudagar, karena mayoritas anggota dewan berasal dari kalangan saudagar.

"Hanya mereka yang punya uang yang mampu duduk di legislatif, sedangkan kalangan aktivis sangat sulit bisa terpilih sebagai anggota legislatif," kata Ahmad Rofiq pada diskusi "Polemik: Jika Parpol Danai Caleg" di Jakarta, Sabtu (23/6).

Menurut dia belajar dari kondisi tersebut, Partai DasDem berencana membiayai calon anggota legislatif (caleg) potensial untuk mengakhiri kondisi politik saudagar.

Partai NasDem, kata dia, akan membiayai caleg potensial yang bukan dari kalangan saudagar tapi berkualitas agar mampu bersaing dengan caleg dari kalangan saudagar.

"Jika pada pemilu legislatif sebelumnya caleg dari kalangan saudara lebih banyak memenangkan kompetisi menembus legislatif, maka harus dilawan dengan saudagar baru," katanya.

Dia menambahkan Partai NasDem terbuka untuk semua putra terbaik bangsa yang lulus seleksi internal maupun seleksi oleh lembaga survei independen.

"Figur yang memenuhi kriteria tersebut akan dibiayai oleh Partai NasDem sebagai caleg," katanya.

Sementara itu, aktivis lembaga swadaya masyarakat Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti menambahkan partai politik yang membiayai calegnya yang potensial bisa mengurangi kemungkinan korupsi. [tts]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Nasdem
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini