Polisi Pastikan Isu 'Gerakan Mirip 1998' Hoaks

Kamis, 18 April 2019 12:59 Reporter : Merdeka
Polisi Pastikan Isu 'Gerakan Mirip 1998' Hoaks Ilustrasi Hoax. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah pesan berantai menyebar di WhatsApp berisi akan ada gerakan-gerakan yang mirip dengan situasi tahun 1998. Pihak kepolisian menegaskan informasi tersebut hoaks.

"Itu Hoaks. Saya sudah buat gambar dengan diberikan stempel hoaks. Nanti saya kasih gambarnya," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (18/4).

Dedi menjelaskan, Direktorat Siber Bareskrim Mabes Polri sejak Rabu, 17 April pukul 21.00 WIB hingga Kamis, 18 April pukul 08.00 WIB, melakukan penelusuran. Hasilnya, informasi provokatif mengalami peningkatan sekitar hampir 40 persen. Antara lain ajakan untuk berbuat onar, melakukan aksi, dan ajakan melakukan kerusuhan.

"Banyak sekali memang akun-akun tersebut menyebarkan konten-konten berupa narasi, foto, video, suara yang bersifat provokatif. Secara garis besar mengajak masyarakat," ungkap Dedi.

Dedi menduga informasi tersebut beredar setelah lembaga hitung cepat merilis hasil perhitungan suara pileg dan pilpres.

"Memang kita melihat trennya setelah ada hasil hitung cepat. Itu langsung trennya meningkat sampai pagi ini banyak sekali video viral baik di youtube, instagram, facebook maupun di sebar di WhatsApp Grup. Itu sedang kita monitor," ucap Dedi.

Seperti diketahui, beredar informasi yang tak jelas sumbernya mengenai akan adanya demonstrasi seperti tahun 1998. Si penyebar info menyebutkan alasan demonstrasi ini karena kekecewaan pendukung paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas hasil hitung cepat perolehan suara Pilpres 2019.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini