Pleno KPU Jatim Diwarnai Hujan Protes hingga Gebrak Meja

Jumat, 10 Mei 2019 08:06 Reporter : Moch. Andriansyah
Pleno KPU Jatim Diwarnai Hujan Protes hingga Gebrak Meja Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam. ©2019 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Situasi panas tak hanya terjadi saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur membacakan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 17 Apri 2019 di Kabupaten Pamekasan, tapi berlanjut di forum diskusi di waktu deadlock, Kamis (9/5) malam.

Kali ini bukan protes Partai Demokrat, Gerindra, PPP, PKB maupun relawan Caleg DPD RI yang menjadi pemicu, namun saksi dari Partai Golkar, Sahat Tua Simanjuntak penyebabnya.

Politikus yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur itu mengaku kesal melihat sikap KPU yang dinilainya berbelit-belit dalam menyelesaikan masalah di Pamekasan.

"Sudah, putuskan saja mana (aturan) yang direkom," geram Sahat sembari menggebrak meja, seperti diceritakan Boy Rahmatullah, salah seorang saksi Caleg DPD RI yang juga ikut terlibat dalam rapat terbatas di waktu deadlock bersama KPU, Bawaslu, dan sejumlah Parpol lainnya.

Usai forum, Sahat yang ditanya terkait aksi gebrak meja itu menuturkan, bahwa sebenarnya Golkar tidak ada masalah seperti yang dialami Demokrat dan Parpol lainnya.

"Cuma kita minta KPU konsisten untuk menyelesaikan masalah," ucapnya.

Di tempat sama, Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam menilai, apa yang dilakukan Sahat itu hal biasa saat diskusi pasca-skorsing. "Itu biasa. Saya kira biasa, enggak ada masalah," kata Anam.

Sebelumnya, pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 tingkat provinsi yang digelar KPU Jawa Timur terpaksa diskorsing sekitar pukul 22.30 WIB, karena 'hujan' protes dari sejumlah Parpol, salah satunya Demokrat.

Protes sejumlah partai ini terkait perbedaan data DA 1 milik Parpol dengan Form DB di Kecamatan Waru dan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan.

Pleno Molor 6 Hari

Pleno dilanjut kembali sekitar pukul 23.30 WIB, namun penghitungan suara untuk Pamekasan terpaksa dipending dan dilanjutkan Kabupaten Sumenep hingga berakhir sekitar pukul 01.30 WIB.

Karena masih menyisahkan dua kabupaten lagi, yaitu Bangakalan dan Sampang, pleno rekapitulasi penghitungan suara di 38 kabupaten/kota se Jawa Timur, molor dari target lima hari selesai, 5-9 Mei 2019, dan terpaksa dilanjut Jumat (10/5) pagi.

"Sebenarnya kalau bisa selesai malam ini (9/5), maka kita bisa melanjutkan ke penghitungan suara tingkat nasional, dan kami akan mengirimnya ke Jakarta pada 11 Mei," sesal Anam.

"Tapi karena ada dinamika selama penghitungan, dan masih akan melanjutkan besok (Jumat), jadi kemungkinan kami akan membawa hasil pleno ini ke Jakarta pada 12 atau 13 Mei," tandas Anam. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini