PKS Yakin PAN Setia dengan Prabowo-Sandi Asal Tak 'Digoreng' Media

Jumat, 26 April 2019 13:30 Reporter : Sania Mashabi
PKS Yakin PAN Setia dengan Prabowo-Sandi Asal Tak 'Digoreng' Media Pimpinan MPR temui Jokowi. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid yakin Partai Amanat Nasional (PAN) akan tetap tergabung pada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Hal itu ia katakan menanggapi pertemuan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ya asal Anda engga goreng-goreng aja, kita konsisten," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/4).

Hidayat juga menegaskan, pertemuan Zulkifli dan Jokowi tidak bersifat pribadi. Kata dia, saat itu Zulkifli hanya sedang menghadiri pelantikan Gubernur Maluku dan Maluku utara.

"Pimpinan lembaga negara diundang, saya juga diundang cuma karena saya lagi di luar kota saya tidak hadir," ungkapnya.

"Tetapi kalau itu seolah-olah pertemuan pribadi atau sendiri antara Pak Jokowi dengan Pak Zul itu hoaks, itu tidak benar. Dan saya masih memegangi pernyataan dari sekjen PAN yang menegaskan bahwa PAN tetap bersama dengan koalisi," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tampak berbincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Istana Negara Jakarta, Rabu (24/4). Tak hanya berdua, dalam perbincangan itu ada pula Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Perbincangan diawali dari Jokowi yang menuju meja bundar di tengah Istana Negara usai disetujui selamat datang kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Barnabas Orno.

Selang beberapa menit, Zulkifli membicarakan bersama Surya Paloh. Dia duduk di sisi kanan, sementara Paloh di sisi kiri Jokowi. Jokowi tampak menyampaikan sesuatu kepada Zulkifli. Presiden calon presiden petahana itu tersenyum.

Usai berbincang dengan Jokowi dan beberapa elit politik, Ketum PAN ini membahas beberapa hal, salah satunya adalah pemilihan umum (Pemilu) 2019. Dia mengeluhkan durasi Pemilu yang lama sampai berbulan-bulan.

"Ya kalau silaturahmi bisa pasti banyak yang kami minta. Soal pemilu juga lama sampai menghabiskan 8 bulan, habis energi," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (24/4). [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini