PKS Usul Dapil Nasional Khusus untuk Pimpinan Partai Politik

Rabu, 18 November 2020 20:05 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Usul Dapil Nasional Khusus untuk Pimpinan Partai Politik Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Fraksi PKS Al Muzzammil Yusuf mengusulkan daerah pemilihan tingkat nasional. Dapil nasional berbeda dengan dapil berbasis provinsi atau kabupaten kota untuk DPR RI. Dapil ini khusus pertarungan para pimpinan partai politik.

"Kami merasa penting kita pikirkan bersama adanya dapil nasional untuk pimpinan partai sehingga mereka ketika kampanye pemilihan pimpjnan anggota DPR RI mereka keliling ke seluruh Indoensia," ujar Muzzammil dikutip dari siaran YouTube, Rabu (18/11).

Muzzamil mengatakan, jika masih menerapkan dapil dengan batasan daerah, pimpinan partai politik itu hanya mewakili dapil dalam lingkup yang sempit. Hanya mewakili beberapa kabupaten/kota.

"Dia akan mutar-mutar di situ, lebih kecil dibandingkan anggota DPD, satu provinsi dia keliling, tapi pimpinan tertinggi sebuah partai politik ketika dia menjadi calon anggota DPR RI dia berputar lebih kecil daripada satu calon anggota DPR RI, kecuali provinsi kecil tertentu memang dapilnya satu," ucapnya.

Mereka yang bertarung di dapil nasional akan mendapatkan jatah kursi dengan seluruh hasil suara nasional yang didapat partai.

"Setelah seluruh suara nasional dijumlahkan sah ketok palu KPU kepada seluruh partai politik maka dilihatlah berapa persentase sekian partai itu dapatnya," kata Muzzammil.

Menurutnya, dapil ini tergantung pula pada kesepakatan jatah kursi nasional. "Tergantung kita sepakati jatah kursi nasional berapa. Kalau jatah kursi nasional seratus ya tinggal persentase masing-masint partai itu dilihat mereka dapat berapa dari seratus," ujarnya.

"Kalau lima puluh mereka dia dapat berapa dari limapuluh itu, dengan demikian maka tugas dia sebagai pimpinan partai dengan kedapilan itu sinkron," jelas Muzzammil. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pemilu
  3. RUU Pemilu
  4. PKS
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini