PKS Soal Menantu Jokowi Maju Pilwalkot Medan: Jangan Kembangkan Politik Dinasti

Kamis, 5 Desember 2019 13:28 Reporter : Merdeka
PKS Soal Menantu Jokowi Maju Pilwalkot Medan: Jangan Kembangkan Politik Dinasti Bobby Nasution. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menyinggung politik dinasti terkait majunya menantu Presiden Jokowi Bobby Arif Nasution di Pilwalkot Medan. Dia menilai politik dinasti lebih baik tidak dikembangkan di Indonesia.

"Alangkah baiknya kita jangan mengembangkan (politik) dinasti. Tapi benar berbasiskan merit sistem," kata Sohibul usai Rakernas PKS di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis (5/12).

Sohibul menyebut, demokrasi yang ingin dibangun oleh pemerintah sekarang adalah demokrasi substansial. Seharusnya demokrasi di Indonesia bebas dari penyalahgunaan pihak tertentu.

"Kita sebagai pihak yang konsen dengan masalah demokrasi, kan demokrasi yang ingin kita bangun demokrasi substansial ya bukan prosedural, tentu harus terbebas dari distorsi. Memang kalau ada dinasti ya distorsi akan besar," tegasnya.

1 dari 2 halaman

PKS Bicara Nepotisme

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan setiap orang memiliki hak untuk dipilih dan memilih selama memenuhi syarat. Tetapi, Mardani mengingatkan bahwa dalam reformasi dan demokrasi ada semangat memerangi nepotisme. Dia mengaku sedih jika sekarang kembali muncul nepotisme.

"Tapi kita reformasi itu memerangi nepotisme. Itu saya sedih kalau trennya nepotisme muncul lagi. Lebih baik kita coba belajar dari sejarah, cari yang merit sistem dan itu sangat baik," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Bobby Putuskan Maju Pilwalkot Medan

Bobby Afif Nasution akan maju sebagai calon Wali Kota Medan tahun 2020. Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang telah mengembalikan formulir pendaftaran untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan ke DPD PDIP Sumatera Utara, Selasa (3/12).

Dia berharap mendapatkan dukungan dari partai berlambang banteng moncong putih itu pada Pilkada 2020. "Saya kembalikan formulir pendaftarannya lengkap dengan sejumlah persyaratannya. Ini pertama kali saya mendaftar ke partai politik untuk maju sebagai calon Wali Kota Medan," kata Bobby kepada wartawan di Medan, Selasa (3/11).

Sementara itu untuk kriteria pendampingnya, Bobby berharap dipasangkan dengan sosok yang bisa membantunya. Alasannya, dia belum punya pengalaman di bidang birokrasi.

"Karena saya bukan dari birokrat, saya baru pertama kali juga untuk maju wali kota. Tugas kerja yang selama ini saya lakukan dari bisnis, sangat berbeda dengan memimpin sebuah kota. (Calon wakil) harus bisa men-support saya, harus tahu masalah Medan," katanya.

Reporter: Delvira Hutabarat [ray]

Baca juga:
Saat Anak Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin Nyalon Kepala Daerah
Bukan Nepotisme, Anak dan Mantu Jokowi Ikut Pilkada 2020 Disebut PDIP hanya Kebetulan
PKS Soal Bobby Maju Pilwalkot Medan: Sedih Kalau Tren Nepotisme Muncul Lagi
Menantu Jokowi Kembalikan Formulir Bacalon Wali Kota Medan ke PDIP
Kasus Suap Walkot Medan, KPK Geledah Rumah Pengusaha Sohib Menantu Jokowi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini