PKS Sebut Pidato AHY Kritik Rezim Jokowi, Tegaskan Demokrat Dukung Prabowo

Senin, 4 Maret 2019 13:54 Reporter : Nur Habibie
PKS Sebut Pidato AHY Kritik Rezim Jokowi, Tegaskan Demokrat Dukung Prabowo pidato politik AHY. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan rekomendasi kepada presiden dan wakil presiden terpilih 2019-2024. Beragam persoalan dan solusinya dibeberkan oleh AHY dalam pidato politiknya, Jumat (1/3) lalu.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid tak mau mempersoalkan lebih jauh pidato AHY. Menurut dia, sikap politik AHY, SBY dan Demokrat jelas mendukung Prabowo-Sandiaga. Sehingga pesan yang disampaikan juga untuk pijakan capres kubu oposisi.

"Termasuk presiden mendatang kan Pak Prabowo dan Pak Sandi juga, terus kenapa harus dimaknai kemudian kepada yang lain. Jadikan beliau menyampaikan orang semua sudah tahu sikap politik daripada Pak SBY daripada Demokrat adalah mendukung Prabowo-Sandi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/3).

Ia pun menjelaskan, apa yang disampaikan oleh AHY dalam pidato politiknya itu untuk menegaskan kalau Partai Demokrat tetap mendukung Prabowo-Sandiaga dalam menjalankan apa yang sudah menjadi kesepakatan.

"Jadi kalau beli membuat memberikan rekomendasi semacam itu, itu kan penegasan tentang harapan beliau terhadap Pak Prabowo dan Pak Sandi untuk kemudian bisa merealisasikan apa yang selama ini jadi kesepakatan bersama," jelasnya.

"Jadi jangan ditafsirkan ke mana-mana, kasihan beliau ibunya lagi sakit kemudian dipolitisir dengan tafsir yang di luar dari konteks yang beliau inginkan," sambungnya.

Hidayat pun menegaskan, apa yang disampaikan oleh AHY itu bukan untuk berpindah hati dari Prabowo-Sandiaga ke Jokowi-Ma'ruf. Ia juga tak ingin apa yang disampaikan oleh AHY justru terkesan untuk bermain dua kaki.

"Selalu kan (main dua kaki), beliau kan mengatakan iya bermain dua kaki dong, kalau satu kaki kan namanya pincang. Tapi jelas pernyataan beliau adalah tidak dalam rangka untuk beralih hati dan atau di dalam rangka tidak melaksanakan apa yang menjadi komitmen, kan beliau malah menegaskan bahwa demokrasi sekarang mundur bahwa banyak hal yang beliau kritikan terhadap rezim yang ada sekarang," tegasnya.

"Tentu kalau itu suasananya berartikan beliau menguatkan posisi daripada Partai Demokrat sebagaimana dulu telah dikomitmen oleh Pak SBY, kan beliau menegaskan, beliau datang kepada Pak Prabowo dan posisi Pak Prabowo Capres daripada Demokrat," tutupnya.

Sebelumnya Komandan Kogasma Partai Demokrat AHY menyampaikan rekomendasi program-program yang dapat dijalankan Presiden yang terpilih dalam Pilpres 2019.

Bagi kubu Jokowi, pernyataan bekas perwira menengah militer itu sebuah tanda keretakan dalam koalisi pihak oposisi. Cawapres Ma'ruf Amin bahkan meyakini pidato AHY tanda Demokrat dukung petahana. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini