PKS Respons Megawati: Jakarta Tetap Provinsi Parameter Kemajuan Indonesia

Rabu, 11 November 2020 12:54 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
PKS Respons Megawati: Jakarta Tetap Provinsi Parameter Kemajuan Indonesia Mardani Ali Sera. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyayangkan Kota Jakarta tempat kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berada tidak masuk kategori city of intellectual. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai, Jakarta tetap provinsi yang menjadi parameter kemajuan Indonesia. Sebab, Jakarta juga mendapat banyak penghargaan.

"Jakarta tetap provinsi yang menjadi parameter kemajuan Indonesia karena bukan hanya Ibukota tapi juga banyak penghargaan termasuk yang terakhir Sustainable Transport Award (STA) 2021 dan juga memborong 9 award dari Kominfo dan lain-lain," katanya lewat pesan, Rabu (11/11).

Meksi demikian, ucapan Megawati baiknya menjadi cambukan bagi pemda agar Jakarta menjadi kota intelektual. Dia pun mengucapkan selamat bagi kota yang menjadi city of intellectual.

"Buat pemda dan warga Jakarta jangan baper terhadap pernyataan Bu Megawati. Jadikan cambuk bahwa Semarang, Solo dan Surabaya yang dipilih jadi Intellectual City. Selamat bagi ketiga kota," ujarnya.

Anggota DPR ini menambahkan, penilaian yang paling tepat untuk pemerintah provinsi Jakarta adalah lewat masyarakatnya sendiri. "Yang paling menentukan bagi Pemda adalah penilaian dari masyarakat dan warganya," tutup Mardani.

Diberitakan, tiga daerah yang dipimpin kader PDI Perjuangan mendapatkan penghargaan sebagai Kota Mahasiswa alias City of Intellectual. Hasil tersebut berdasarkan hasil riset oleh Ketua senat dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta(UNJ) Hafid Abbas.

Penghargaan itu diserahkan kepada Kota Semarang yang dipimpin Hendrar Prihadi, Kota Solo yang dipimpin FX Hadi Rudyatmo dan Kota Surabaya yang dipimpin oleh Tri Rismaharini. Acara penganugerahan ini digelar secara daring dan luring oleh UNJ, Selasa (10/11).

Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, bersama Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP Djarot Saiful Hidayat hadir secara virtual di acara pemberian penghargaan. Megawati mengucapkan terima kasih atas penghargaan diterima daerah yang dipimpin kadernya.

"Terima kasih yang jadi peringkat kesatu, kedua, dan ketiga, Semarang, Solo, Surabaya, itu adalah anak-anak dari partai saya," kata Megawati, Selasa (10/11).

Megawati mengatakan, anak buahnya itu dapat membangun kotanya menjadi city of intellectual karena diajarkan partai menjadi pemimpin yang memperjuangkan rakyat.

"Saya bila ke Hendi (Hendrar Prihadi), ketika saya rekomendasi, tugasmu cuma satu, bikin Kota Semarang jadi bagus seperti kriteria disampaikan Pak Hafid Abbas tadi," ujarnya.

"Sama juga sama Rudy di Solo. Saya tugasi, tolong bikin rakyat di Solo nyaman. Saya dengar universitas di sana ini juga buka bagian boga. Bayangkan Kota Solo itu makanannya enak-enak. Saya pernah diajak kawan saya, mau sholat subuh, kembali sholat subuh lagi, untuk wisata kuliner. Rasanya enak dan murah meriah. Tapi intinya, kenapa Solo bisa demikian? Karena pemimpinnya mengerti dan mendalami kebutuhan rakyatnya," cerita Megawati.

Megawati menyayangkan Kota Jakarta tempat kampus UNJ berada tidak masuk kategori city of intellectual. Dia mengatakan, prasasti city of intellectual itu justru pertama kali berada di UNJ.

"Sayang kan kalau Rawamangun belum berhasil jadi city of intellect. Jadi para akademisi, saya mohon sangat, secara akademis kita melihat kita ini tujuannya mau kemana," terangnya.

Megawati mengatakan, Jakarta malah menjadi amburadul pembangunannya. Seharusnya, Jakarta bisa menjadi kota intelektual.

"Karena saya juga saksi hidup di Jakarta ini. Dulu waktu pindah dari Yogyakarta ke Jakarta pada 1950. Tetapi sekarang Jakarta ini jadi amburadul. Karena apa? Seharusnya jadi city of intellect bisa dilakukan. Tata kota, masterplan nya, siapa yang buat? Tentu akademisi, insinyur, dan sebagainya," jelasnya.

Dia mengingatkan kembali bahwa visi 'Kota Mahasiswa' atau City of Intellect yang ditelurkan oleh Bung Karno itu terjadi pada 15 September 1953.

"Hal ini berarti pemikiran Bapak Soekarno 50 tahun lebih maju dibandingkan dengan perkembangan pemikiran internasional saat ini yang baru melakukan pemeringkatan Kota Mahasiswa," kata Megawati.

Untuk diketahui, Proklamator RI Bung Karno pertama kali menyebutkan 'Kota Mahasiswa' saat menandatangani prasasti gedung UNJ tahun 1953.

Visi itu tak dipahami hingga pada 2010, masyarakat internasional mengenalnya setelah pertama kali Quacquarelli Symonds (QS) bersama Times Higher Education (THE) mempublikasikan hasil studi pemeringkatan kota-kota mahasiswa terbaik di dunia pada 2010.

QS menjelaskan bahwa satu kota patut disebut sebagai Kota Mahasiswa apabila di kota itu sudah terdapat minimal dua perguruan tinggi bereputasi yang melayani masyarakatnya yang berpenduduk lebih 250 ribu jiwa. Selain itu, kriteria lainnya adalah kehadiran mahasiswa internasional dengan pertimbangan bahwa kota itu ramah terhadap perbedaan latar belakang budaya, gaya hidup yang toleran, dan inklusif. Termasuk apakah kota itu aman, tidak ada konflik, nyaman, dan terdapat banyak peluang kerja setelah tamat, dan seterusnya. Lalu aspek keterjangkauan terkait biaya kuliah dan biaya hidup, dan ketersediaan transportasi publik maupun kemudahan bepergian, serta keindahannya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini