PKS Minta Indonesia Tak Asal Percaya Hasil Tes Negara Lain Soal TKA China di Kendari

Rabu, 18 Maret 2020 09:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu
PKS Minta Indonesia Tak Asal Percaya Hasil Tes Negara Lain Soal TKA China di Kendari cuplikan video kedatangan TKA di Bandara Kendari. Istimewa

Merdeka.com - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, menegaskan pentingnya sikap hati-hati dalam 'menyaring' Warga Negara Asing (WNA) yang masuk Indonesia. Ini menanggapi kabar masuknya 49 TKA asal China yang masuk di Kendari.

"Dalam kondisi penuh dengan ketidakpastian dan ancaman pandemi sudah di depan mata, sikap abai dan tidak hati-hati adalah sebuah kecerobohan. The evil is in the detail," ujar dia, saat dihubungi, Selasa (17/3).

Anggota Komisi II DPR ini mendesak agar Inpres serta Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang sudah diluncurkan Pemerintah segera mengatur proses penanganan Covid-19. Bahkan hingga hal terperinci, seperti sanksi jika ada yang melanggar prosedur penanganan Covid-19.

"Inpres dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mesti segera membuat SOP detail termasuk penerapan sanksi bagi yang tidak mengikuti prosedur," tegas Mardani.

"Penegakan hukum prasyarat utama keberhasilan disiplin mencegah pandemi Covid-19," imbuhnya.

Dia juga meminta pemerintah tak begitu saja percaya pada hasil pemeriksaan yang dilakukan di negara lain. Verifikasi ulang dan audit atas keputusan yang dibuat negara lain mutlak diperlakukan.

"Karantina di Thailand tidak dalam yurisdiksi kita. Kecuali kita sudah membuat MoU kerjasama dan saling menukar informasi. Jika belum dilakukan dan kita percaya pada prosedur tanpa audit berbahaya," jelas dia.

Langkah hati-hati tersebut, kata dia, harus dilakukan demi keselamatan masyarakat Indonesia. Keselamatan merupakan poin penting yang harus dijunjung tinggi.

"Kehati-hatian mutlak ada dalam menangani Covid-19. Kecerobohan atau kesalahan kecil bisa membuat kerja besar tidak ada manfaatnya. Keselamatan rakyat diatas segala pertimbangan ekonomi," tandasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini