PKS enggan komentar reshuffle, khawatir dituding minta jatah menteri

Senin, 29 Juni 2015 16:21 Reporter : Ferrika Lukmana Sari
PKS enggan komentar reshuffle, khawatir dituding minta jatah menteri Jazuli Juwaini diperiksa KPK. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Fraksi PKS di DPR, Jazuli Juwaini mengaku tidak ingin berkomentar terkait isu reshuffle kabinet. Hal itu karena PKS menghindari tudingan ingin mendapat jatah kursi menteri.

"Saya tidak mau komentar tentang reshuffle. PKS tau diri, nanti disangka mau ambil kursi lagi," kata Jazuli Juwaini di gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6).

Menurutnya, PKS tak memiliki kepentingan untuk mengomentari perombakan kinerja para pembantu Presiden Joko Widodo itu. Dia hanya mengharapkan pemerintah dapat memperbaiki kinerja yang selama ini dinilai buruk.

"Kita ingin pemerintah memperbaiki kinerjanya. Persoalan serius tentang perbaikan proposal dan dokumen negara," ujarnya.

Lanjut dia, di tengah kinerja pemerintah yang menjadi sorotan Jokowi harus tetap menjaga hubungan dengan lembaga eksekutif dan legislatif. Hal itu penting guna menjaga iklim investasi dan kepercayaan rakyat.

"Presiden harus solid dengan lembaga lain. Jangan ada cela antar-lembaga negara dan harus bahu membahu. Gonjang-ganjing politik mempengaruhi naik turun dolar," pungkas dia. [efd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini