KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

PKS bantah kedatangan Anis Matta ke Ponpes Kraton ilegal

Kamis, 6 Juni 2013 23:05 Reporter : Moch. Andriansyah
Anis Matta. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kedatangan Anis Matta bersama rombongannya di Pasuruan, Jawa Timur ditolak pimpinan Pondok Pesantren Kramat, Kraton. Acara yang digelar Presiden PKS itu, dianggap ilegal alias tak berizin.

Sekertaris DPW PKS Jawa Timur, M Siroj saat dihubungi via telpon selulernya membantah kalau acara yang digelar pihaknya itu ilegal.

"Itu (ilegal) tidak benar. Kedatangan kami ke sana (Ponpes Kramat) itu atas undangan pemangku pondok, yaitu Gus Asror dan Gus Toyyib. Kalau dikatakan tak berizin, itu ya aneh," tegas Siroj, Kamis (6/6).

Dia menjelaskan, saat kedatangan Anis Matta dan rombongan tiba di Ponpes Kramat, ba'da Asyar, sekitar pukul 15.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 17.15 WIB, tidak ada masalah.

"Acara yang digelar di rumah Gus Asror itu kalau dianggap tak berizin, ya aneh, wong yang mengundang itu yang punya rumah. Apalagi Gus Asror itu kader dan anggota dewan dari PKS, termasuk pondok itu juga menjadi basisnya PKS, dikatakan tak berizin itu dari mananya?" keluh dia.

Dia juga menegaskan kalau Ponpes Kramat itu bukan milik KH Abdullah Karim, tapi milik orang tua Gus Asror dan Gus Toyyib. "Ponpes Kiai Abdullah Karim itu di sebelahnya. Beliau juga sudah diundang, katanya sudah oke, tapi nggak tahu kok nggak datang waktu acara. Kepala desa juga hadir di acara, lah kalau dikatakan ilegal itu yang mananya?" katanya.

Aksi penolakan itu juga terjadi saat rombongan Anis Matta usai menggelar acara dan hendak menuju bus yang terparkir di luar pondok.

"Antara bus dengan lokasi itu sekitar 150 sampai 200 meteran lah. Dan kejadiannya itu di luar pondok. Ada dua anak kecil bawa papan tulisan: Pondok Kramat Anti PKS dan Pondok Kramat Tidak Ikut PKS. Dua papan itu ditaruh di belakang bus, waktu saya mau naik tahu ada tulisan itu juga kaget," beber dia.

Diberitakan sebelumnya, Rabu sore kemarin, rombongan Anis Matta yang tengah bersilahturahin ke Ponpes Kramat, Kraton, Pasuruan, diwarnai insiden kecil. Dua orang santri memprotes kedatangan rombongan PKS dengan membawa papan penolakan yang ditulis dengan kapur.

Acara yang digelar di Ponpes Kramat, juga dituding ilegal oleh sepupu Gus Asror, yaitu Ustadz Abdullah Bar, yang tak lain anak dari KH Abdullah Karim, paman dari Gus Asror. Dari pihak PKS sendiri sangat menyayangkan insiden tersebut. Terlebih lagi dituding menggelar acara ilegal, padahal PKS hanya sebagai undangan. [did]

Topik berita Terkait:
  1. PKS

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.