PKB Minta Klarifikasi Gerindra soal Perjodohan Prabowo-Ganjar: Tagih Komitmen Koalisi

Kamis, 24 November 2022 16:54 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKB Minta Klarifikasi Gerindra soal Perjodohan Prabowo-Ganjar: Tagih Komitmen Koalisi Prabowo dan Cak Imin deklarasikan koalisi Gerindra-PKB. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah berkomunikasi dengan Gerindra terkait isu perjodohan Prabowo-Ganjar. PKB mendapatkan kepastian dari Gerindra untuk menjaga komitmen kerja sama politik yang sudah dibentuk.

Salah satu butir piagam kerja sama koalisi itu adalah tentang pencalonan presiden diserahkan kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

"Sudah (komunikasi dengan Gerindra) dan kita sama sama jaga supaya skema butir piagam kerja sama bisa terjaga. Walaupun kita sama-sama berkomitmen menjaga," ujar Wasekjen PKB Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (24/11).

Huda memastikan tidak ada keretakan hubungan PKB dan Gerindra. Hanya saja, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar kaget mendengar kabar perjodohan Prabowo-Ganjar. Maka keluar pernyataan Cak Imin akan membentuk komposisi baru jika kabar tersebut benar.

"Makanya Cak Imin juga kaget ada isu begitu. Itukan reaksi respon Cak Imin bagaimana kalau ada itu. Tentu itu tidak dikehendaki oleh kita," ujar Ketua Komisi X DPR RI ini.

Dia meyakini Gerindra akan menjaga komitmen kerjasama yang telah dibangun. Hanya saja diakui memang belum ada keputusan terkait calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung.

"PKB Gerindra tetep sama-sama komit tetap mempertahankan itu. Tapi sampai hari ini memang kita belum bisa menuntaskan agenda siapa capres dan cawapres itu," katanya.

2 dari 2 halaman

Dalam sepekan terakhir, muncul wacana duet Prabowo-Ganjar hal itu diungkapkan oleh dua sumber Politikus Gerindra. Ternyata, hal itu merupakan harapan dari Presiden Jokowi. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin, Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

Sumber ini menceritakan, pidato Jokowi di Perindo mengukuhkan sinyal yang tertangkap selama ini. Jokowi serius mendukung Prabowo.

Anggota DPR RI ini mengirimkan hasil survei terbaru IndoStrategi. Dalam survei itu, pasangan Prabowo-Ganjar meraup 60 persen suara. Dengan kata lain, pilpres berjalan satu putaran jika pasangan ini terjadi.

Survei digelar periode 27 Oktober - 5 November 2022. Jumlah responden 1.230 orang berusia 17 tahun ke atas. Responden tersebar di 34 provinsi Indonesia. Margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam empat simulasi pasangan capres dan cawapres. Prabowo-Ganjar paling tinggi yakni 60,3 persen. Di bawahnya Anies-AHY dengan 29,6 persen. Sisanya tidak menjawab.

Sumber ini mengakui, jika mengambil Ganjar sebagai Cawapres, maka Gerindra bakal berhadapan dengan PDIP. Namun, dia optimis dengan hubungan kedua partai yang terjalin sejak lama. "Masih dinamis di internal mereka," kata sumber merdeka.com.

Politikus PDIP, Andreas Hugo Pareira mengakui, ada pembicaraan antara Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo. Pembicaraan berkaitan dengan strategi Pemilu 2024. "Kalian saja enggak tahu. Enggak perlu diberitahukan ke publik," kata Andreas.

Andreas enggan menjelaskan lebih dalam pembahasan antara Megawati dan Prabowo. Termasuk kemungkinan Ganjar diambil Gerindra untuk duet dengan Prabowo. "Semua tidak perlu dipublikasikan, diumumkan," ujar Andreas.

Sumber lainnya di internal Gerindra menguatkan perjodohan Prabowo-Ganjar. Salah satu bukti yakni pertemuan Prabowo dengan relawan Jokowi yang diwakili oleh Ketum Projo Arie Budi di Kertanegara. Hal ini untuk menguatkan perjodohan antara Prabowo dan Ganjar.

"Kalau Prabowo-Ganjar, pasti menang," ujar anggota DPR ini.

[ray]

Baca juga:
Tolak Prabowo-Ganjar, PKB Ingin Pembahasan Capres dengan Gerindra Segera Tuntas
Diterpa Isu Prabowo-Ganjar, PKB Desak Gerindra Segera Deklarasi Capres-Cawapres
PKB: Cak Imin Tidak Kehendaki Perjodohan Prabowo-Ganjar
PKB Ingatkan Gerindra: Kalau Piagam Tidak Dipatuhi Wajar Kerjasama Berakhir
Perjodohan Prabowo-Ganjar, PDIP: Komunikasi dengan PKB dari Jauh Hari, Sangat Panjang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini