PKB Ingin Pimpin Poros Koalisi Pilpres 2024, Cak Imin Jadi Capres

Rabu, 25 Mei 2022 15:33 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKB Ingin Pimpin Poros Koalisi Pilpres 2024, Cak Imin Jadi Capres Garda Bangsa usung Cak Imin maju jadi Capres. ©2021 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, PKB ingin membentuk poros koalisi sendiri di Pemilu 2024. Dengan catatan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar diusung sebagai calon presiden (capres).

"Setiap partai atau PKB sebenarnya melihat momentum 2024 itu momentum baru, PKB ingin memimpin poroslah, jangan ikut terus," ujar Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/5).

"Jadi PKB ingin memimpin poros itu, apalagi kalau PKB sudah jelas capresnya sudah ada Pak Muhaimin, jadi enggak usah repot-repot diukur dari situ," jelasnya.

Namun, Jazilul mengakui PKB perlu bekerjasama dengan partai lain untuk membangun koalisi. Misalnya PKB bisa mengajak PKS, PAN, dan PPP sebagai sesama partai politik berbasis Islam. Atau juga Partai Demokrat yang selama ini punya sejarah bersama PKB.

Juga masih ada partai tengah lain yang belum punya koalisi misalnya NasDem. Peluang untuk membentuk poros baru sangat besar.

"Sangat mungkin, sangat mungkin karena PKB partai tengah. Artinya masih ada partai tengah lain misalkan NasDem setuju, jalan, jadi," kata Jazilul.

2 dari 2 halaman

Terkait penjajakan, PKB mengakui banyak melakukan pertemuan dengan partai politik. Namun untuk partai yang tengah didekati PKB, Jazilul masih merahasiakan.

"Di dalam pacaran itu biasanya ada di warung, tidak terbuka. Selama ini lebih banyak tertutup bahkan kemasannya kadang ya tidak nongkrong jalan-jalan gitu kan selalu begitu," katanya.

Soal capres, Jazilul mengatakan, Cak Imin merupakan salah satu ketua umum partai yang punya elektabilitas cukup baik. Saat ini hanya Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang elektabilitasnya berada di atas Cak Imin.

"Dalam konteks partai, kan elektoral ketua umum yang paling tinggi kan cuma Pak Prabowo, baru setelah itu Pak AHY, baru itu Pak Muhaimin, jadi kita ada di slot ketum-ketum partai yang sebenarnya secara elektoral mampu, jadi bukan omong kosong apa yang disampaikan Pak Muhaimin itu," ujar Jazilul.

Seperti diketahui, saat ini baru Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang menyatakan telah membangun poros di Pemilu 2024. Mereka terdiri dari Golkar, PAN dan PPP.

Sementara PDIP menyatakan belum saatnya membentuk koalisi. Gerindra pun masih melakukan konsolidasi internal sebelum menentukan arah koalisi. namun PDIP dan Gerindra diyakini akan berada dalam koalisi yang sama.

Sementara sisanya, PKB, NasDem, Demokrat, dan PKS juga belum menentukan arah koalisi. [rnd]

Baca juga:
Kata Andika Perkasa soal Dirinya Dijodohkan dengan Ganjar untuk Pilpres 2024
Demokrat DKI Sarankan Anies Baswedan Masuk Parpol: Untuk Jaga Elektabilitas
Kepala BIN Sulteng Jadi Penjabat Bupati, Pimpinan DPR: Tidak Perlu Diperdebatkan
Analis Ungkap Penyebab Kedekatan Erick Thohir dan NU
Demokrat DKI Sarankan Anies Rajin Komunikasi ke Parpol Usai Turun Jabatan
Menpan-RB Soal Kepala BIN Sulteng Jadi Penjabat Bupati: Dasar Hukumnya Kuat dan Benar
DOB Papua Bisa Ikut Pemilu 2024, Ini Syaratnya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini