Pimpinan MKD Sebut Sudah Dengar Lodewijk Jadi Pengganti Azis Sebagai Wakil Ketua DPR

Selasa, 28 September 2021 15:49 Reporter : Ahda Bayhaqi
Pimpinan MKD Sebut Sudah Dengar Lodewijk Jadi Pengganti Azis Sebagai Wakil Ketua DPR Partai Golkar pecat Bowo Sidik Pangerso. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Habiburokhman mengaku telah mendengar kabar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F Paulus ditunjuk menggantikan Azis Syamsuddin sebagai wakil ketua DPR RI. Namun, pihaknya masih menunggu keputusan resmi.

"Karena (Azis Syamsuddin) sudah mengundurkan diri duluan, maka kita menunggu saja prosesnya di Partai Golkar. Saya dengar di Partai Golkar sudah memutuskan Pak Lodewijk menjadi pengganti Azis," ujar Habiburokhman di DPR RI, Selasa (28/9).

MKD tinggal menerima hasil dari Badan Musyawarah jika Partai Golkar telah menyerahkan nama pengganti Azis. MKD tinggal memberikan persetujuan. Proses berikutnya pengganti Azis akan ditetapkan di rapat paripurna DPR.

MKD bisa langsung memberikan persetujuan lantaran tidak ada masalah etik karena setelah Azis ditetapkan tersangka korupsi di KPK, langsung menyatakan mengundurkan diri.

"Nanti itu disampaikan ke Bamus dan MKD tinggal mengapproved saja, karena gak ada masalah lagi secara etik dan kehormatan. Dari Bamus nanti ditetapkan di paripurna," kata Habiburokhman.

Politikus Gerindra ini mengatakan, MKD tidak perlu menggelar rapat etik untuk Azis yang berulang kali dilaporkan oleh masyarakat.

"Tidak perlu, tidak perlu terkait masalah itu. Kecuali nanti, hasilnya seperti apa. Kan ini beliau mengundurkan diri sebagai wakil ketua DPR, tapi status keanggotaannya itu menunggu putusan hukum atau menunggu fakta-fakta hukum," jelas Habiburokhman.

Sebelumnya, Partai Golkar akan mengumumkan pengganti Azis Syamsuddin di kursi wakil ketua DPR RI pada Rabu (29/9) pukul 16.00. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto akan secara langsung menyerahkan surat terkait pengganti Azis ke pimpinan DPR.

"Jadi pertama tentu masih ada proses-proses yang harus dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada baik di partai maupun di DPR. Oleh karena itu akan diumumkan hari Rabu (29/9) jam 16.00 sore. Tunggu hari Rabu jam 16.00 sore di DPR," ujar Airlangga usai rapat pleno di DPP Golkar, pada Senin (27/9) malam. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini