Pidato SBY soal penghematan energi dinilai hanya retorika

Rabu, 30 Mei 2012 11:48 Reporter : Nurul Julaikah
Pidato SBY soal penghematan energi dinilai hanya retorika Pidato SBY. merdeka.com/Abror Rizki

Merdeka.com - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai penghematan energi nasional tadi malam dianggap hanya retorika belaka. Pasalnya, SBY tidak menjamin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM.

"Itu merupakan penegasan dari program lama yang harus dilakukan kembali. Semoga sesudah ini ada terobosan lagi, kebijakan yang penting dan bisa memenuhi kebutuhan BBM masyarakat," cetus anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto di gedung DPR, Jakarta, Rabu (30/5).

Politisi PDIP ini juga mengkritisi soal penggunaan kartu elektronik untuk pengendalian BBM bersubsidi. Menurut Daryatmo, hal yang sama sudah diterapkan oleh Batam. Di sana disebut dengan kartu pintar. Itu bisa efektif, karena masyarakat Batam sudah akrab dengan kartu tersebut.

Nah, lantas bagaimana dengan daerah lainnya di Indonesia? Menurut Daryatmo, hal itu tidak bisa serta merta dilaksanakan. Karena tidak semua wilayah di Indonesia bisa menggunakan cara seperti itu.

"Wilayah timur Indonesia misalnya. Kondisi Indonesia kan sangat beragam. Lalu berapa sih jumlah kendaraan dan kebutuhan BBM-nya," kata Daryatmo.

Karena itu, menurut Daryatmo penggunaan kartu elektronik itu tidak akan efektif. Sebab, belum ada perhitungan yang jelas dari pemerintah. Soal pengadaan kartu elektroniknya juga, menurut Daryatmo dalam APBN 2012 tidak disebut secara jelas berapa besaran anggarannya.

Selain itu, ujar dia, pemerintah juga jangan terpaku pada pendirian SPBU BBM nonsubsidi di berbagai tempat seperti yang dikatakan SBY. Lengkapilah hal itu dengan percepatan konversi BBM ke BBG.

"Dengan begitu masyarakat mempunyai pilihan untuk penggunaan bahan bakar," pungkasnya. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Hemat Energi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini