Pidato Kebangsaan Prabowo Dinilai Berisi Keluhan, Sinisme & Pesimisme

Selasa, 15 Januari 2019 17:02 Reporter : Fikri Faqih
Pidato Kebangsaan Prabowo Dinilai Berisi Keluhan, Sinisme & Pesimisme Pidato Kebangsaan Prabowo-Sandiaga. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pidato kebangsaan yang disampaikan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto pada Senin (14/1) hanya retorika kosong.

"Re-orientasi pembangunan, swasembada pangan, swasembada energi, menghidupkan kembali industri dll. terdengar sangat klise, membosankan. Sudah terlalu banyak, terlalu sering kita dengar," kata juru bicara PSI Andy Budiman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/1).

Dia mengungkapkan, pidato kebangsaan Prabowo tidak menawarkan sebuah peta jalan menuju swasembada pangan, swasembada energi, atau bagaimana meningkatkan daya saing industri. Karena Ketua Umum Partai Gerindra itu masih sekadar wacana.

"Hanya ada kata-kata: kita harus..., kita akan..., tanpa kita diberitahu bagaimana cara mewujudkannya," ujarnya.

Lebih buruk lagi, menurut Andy, pidato Prabowo lebih banyak berisi keluhan, sinisme, dan pesimisme. Padahal kenyataannya bagi rakyat kebanyakan kondisi hari ini jauh membaik.

"Prabowo menawarkan pesimisme dan romantisme Orde Baru. Jokowi menawarkan pemerintahan yang bersih, dan bekerja melayani rakyat, bukan melayani elit sebagaimana di era Orde Baru," jelasnya.

Walaupun begitu, dia menyakini, masyarakat tidak akan terpengaruh dengan adanya pidato kebangsaan itu. Mengingat masyarakat telah puas dengan kepemimpinan Jokowi.

"Saya yakin rakyat akan memilih Jokowi yang jelas memperlihatkan prestasi dan menawarkan harapan Indonesia akan menjadi negara maju, ketimbang Prabowo yang hanya melontarkan janji-janji kosong sambil setiap hari menebar kebohongan, pesimisme, bahkan menakut-nakuti orang bahwa negeri ini akan bubar," tutup Andy. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini