Pesan-Pesan Mendalam Tokoh Muhammadiyah pada Amien Rais

Rabu, 13 Februari 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Pesan-Pesan Mendalam Tokoh Muhammadiyah pada Amien Rais Amien Rais di DPW Muhammadiyah. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Beberapa tokoh Muhammadiyah angkat bicara terkait manuver Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais belakangan ini. Amien Rais dalam beberapa momen pernyataannya membawa nama Muhammadiyah.

Pernyataan Amien Rais menuai reaksi dari beberapa tokoh Muhammadiyah. Berikut komentar mereka:

1 dari 4 halaman

Sikap Muhammadiyah Tak Mendukung Paslon

Abdul Muti. ©2018 Muhammadiyah

Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti menegaskan, organisasi Muhammadiyah tidak memberi dukungan politik kepada salah satu calon di Pilpres 2019. Pernyataan ini sekaligus menjawab permintaan Amien Rais agar Muhammadiyah bersikap.

"Benar Muhammadiyah harus menentukan sikap. Sampaikan ke Pak Amien, sikap Muhammadiyah adalah tidak mendukung salah satu pasangan itulah sikap politik Muhammadiyah," ucap Abdul Mu'ti.

"Sekali lagi sikap politik Muhammadiyah adalah netral dan Muhammadiyah tidak akan terlibat dalam dukung-mendukung baik itu pasangan nomor 1 maupun pasangan nomor 2," tegas dia.

2 dari 4 halaman

Sikap Buya Syafi'i Ma'arif

Buya Syafii Maarif. ©2018 Merdeka.com

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafi'i Ma'arif juga angkat bicara. Ia meminta jangan mendengarkan pernyataan Amien Rais yang ingin menyentil Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. Amien sebelumnya mengatakan akan menjewer Haedar jika tidak bersikap dalam Pilpres 2019.

"Halah jewer-jewer, enggak usah diperhitungkan itu. Muhammadiyah memberikan kebebasan pada anggotanya. Itu sesuai Muktamar Ujung Pandang 1971 lalu. Diperkuat Panwil dan berbagai kesempatan. Saya rasa (kebebasan) ini bagus. Sebagai ormas sipil, yang lahirnya mendahului bangsa dan negara. Jadi kita enggak perlulah ada jewer-jewer itu. Enggak usah didengar itu," ucap Buya Syafi'i.

3 dari 4 halaman

Tanggapan Busyro Muqoddas

Busyro Muqoddas . merdeka.com/Imam Buhori

Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengatakan Muhammadiyah tidak pernah mengarahkan untuk berpihak salah satu capres di Pilpres 2019. Busyro menengaskan jika Muhammadiyah adalah organisasi ormas yang mengedepankan independen.

"Itu namanya menggurui," kata Busyro menanggapi soal pernyataan Amien yang akan menjewer Haedar.

4 dari 4 halaman

Inilah Sikap Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir

Haedar Nashir. ©istimewa/umm.ac.id

Haedar Nashir kabarnya akan dijewer jika tak bersikap dalam Pilpres 2019. Namun rupanya sindiran itu ditanggapi santai oleh Haedar.

Menurut Haedar tak ada yang berubah dari Muhammadiyah dalam menyikapi politik praktis. Haedar menyebut jika Muhammadiyah masih pada khittahnya, netral dalam setiap pagelaran pemilu.

"Jawaban saya sama. Tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah, dan tidak akan pernah berubah. Muhammadiyah berdiri di atas kepribadian dan khittahnya untuk tetap mengambil jarak dari pergumulan politik praktis," urai Haedar.

[has]
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini