Pertemuan Airlangga dan Suharso Dinilai untuk Penjajakan Pilpres 2024

Rabu, 31 Maret 2021 12:24 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pertemuan Airlangga dan Suharso Dinilai untuk Penjajakan Pilpres 2024 Ketum PPP Suharso Monoarfa. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dinilai punya rencana jangka panjang untuk membangun koalisi untuk Pilpres 2024. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menilai, pertemuannya dengan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk penjajakan awal Pilpres 2024.

"Airlangga sudah dilegalkan menjadi Capres dari Golkar melalui Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu yang lalu. Pertemuan-pertemuan Airlangga dengan ketum-ketum partai, termasuk dengan ketum PPP sebagai bagian dari strategi komunikasi politik jangka panjang. Penjajakan awal persiapan koalisi di 2024," kata Ujang, Rabu (31/3).

Menurutnya, Airlangga ingin merangkul PPP sebagai salah satu partai Islam. Kata dia, Golkar membutuhkan basis suara partai Islam.

"Jika Airlangga mengajak PPP untuk berkoalisi nanti di Pilpres 2024 nanti itu hal yang wajar. Airlangga berangkat dari Partai Golkar yang nasionalis tentu butuh PPP yang berbasis masa Islam," kata dia.

Ujang menambahkan, saat ini tantangan bagi Airlangga adalah menaikkan elektabilitasnya. Peluangnya untuk 2024 masih sama dengan capres-capres lain yang beredar di survei.

"Airlangga ketum partai besar, jadi punya kans yang sama dengan capres lain. Tugas Airlangga salah satunya menaikkan elektabilitasnya," tandasnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menyebut, safari politik Airlangga adalah bagian dari menjahit komunikasi dengan semua elemen politik, termasuk ketum parpol. Dia bilang, Airlangga ingin membangun pengertian terkait isu strategis negara. Termasuk disisipkan rencana untuk Pilpres 2024.

"Dan tentunya terkait jalan panjang menuju 2024. Safari Airlangga ini bisa disebut silaturahmi politik plus plus. Satu sisi bicara politik kebangsaan sisi lainnya sangat mungkin bicara kemungkinan koalisi 2024," kata Adi.

Menurutnya, Airlangga adalah sosok ketum partai politik besar yang sangat rasional dan terukur untuk maju di 2024. Dia bilang, di bandingkan dengan Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Ridwan Kalim, Airlangga jauh lebih realistis maju untuk Capres 2024.

"Airlangga cukup mencari 1 dukungan parpol menengah untuk menggenapi 20 persen PT (Presidential Treshold). Sementara Anies, Ganjar, dan Emil masih gelap gulita dukungan parpolnya," ucapnya.

Adi menilai sangat aneh bila Pilpres 2024 Golkar tidak mengusung kader sendiri untuk maju capres. Menurutnya percuma punya partai besar bila tidak memajukan kader sendiri. "Jangan lagi Golkar mendukung kader partai lain. 2024 harga mati bagi Golkar dukung jagoan mereka sendiri," imbuhnya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago berpandangan, pertemuan Airlangga dan Suharso sebagai ancang-ancang untuk 2024. Keduanya ingin membangun chemistry politik.

"Bisa kita maknai pertemuan ketum Golkar dan PPP adalah pertemuan biasa, dan bisa juga dianggap pertemuan konsolidasi politik ancang ancang dalam rangka membangun chemistry politik kedua tokoh sentral partai tersebut," ucapnya.

Dia bilang, Airlangga tinggal memastikan suara akar rumput menyatu dengan elite parpol. Menko Perekonomian itu mesti menyakinkan bahwa sudah punya modal untuk menjadi capres mulai dari modal racikan elektoral, logistik dan modal partai pengusung.

"Ini kan urusannya hanya soal cara menyakinkan basis pemilih atau pengurus akar rumput dan elite bahwa beliau (Airlangga) layak menjadi capres atau cawapres," kata Pangi.

Menurutnya, judul safari politik Airlangga tetap silaturahim kebangsaan. Namun, bisa saja ada agenda yang terselip dan panggung belakang sudah mulai konsolidasi melakukan ancang-ancang politik 2024.

"Atau sekedar say hello dulu, agar dari jauh jauh hari sudah punya chemistry, sudah satu selera dan visi membangun bangsa dan parpol di tanah air," pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu Airlangga telah bertemu dengan Ketum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Sedangkan, pada Selasa (30/3) malam kemarin Airlangga Bertemu dengan Ketum PPP Suharso Manoarfa. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini