Perkuat ekonomi syariah, cara Ma'ruf Amin tekan impor dan disparitas

Kamis, 8 November 2018 16:29 Reporter : Ahda Bayhaqi
Perkuat ekonomi syariah, cara Ma'ruf Amin tekan impor dan disparitas Maruf Amin hadiri rapat rutin MUI. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin berjanji jika terpilih menjadi wakil presiden akan menjalankan arus baru ekonomi dengan menguatkan yang lemah, dan menghilangkan kesenjangan. Adapun caranya adalah dengan kolaborasi kemitraan dan distribusi aset.

"Maka kalau saya jadi wapres, arus baru itu menghilangkan berbagai disparitas," kata Ma'ruf dalam Ijtima Sanawi di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Disparitas itu ingin dia hilangkan demi menekan impor. Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia itu, banyaknya impor karena terjadi disparitas di tiap daerah.

"Kemudian juga disparitas antar daerah yang satu ke daerah lain. Sehingga kita banyak mengimpor ketimbang ekspor, karena terjadi disparitas-disparitas," jelasnya.

Ma'ruf menyebut solusi atas masalah tersebut adalah dengan pemberdayaan umat. Sebab umat Islam mayoritas di Indonesia. Menurutnya jika umat kuat, negara bakal kuat.

"Insya Allah ekonomi syariah akan kuat karena apa, karena nasabahnya banyak, maka MUI mendorong perbaikan-perbaikan ini dalam rangka membangun negara dan membangun juga keuangan syariah," ucapnya.

Ma'ruf menjelaskan, cara menguatkan ekonomi keumatan itu dengan cara memperbesar produk dalam negeri. Yaitu dengan memberikan nilai tambah. Seperti produk mendorong produksi dalam negeri seperti cokelat atau kopi.

"Kita harus memperbesar produk-produk dalam negeri baik pertanian maupun industri ekonomi kreatif. Kalau itu diperbesar, diberikan nilai tambah, kan bisa yang selama ini kita impor, bisa kita kurangi. Kalau itu kita bisa menumbuhkan itu," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini