Perjalanan Agung Laksono kuasai Golkar dan singkirkan Ical

Rabu, 4 Maret 2015 10:28 Reporter : Muhammad Hasits
Perjalanan Agung Laksono kuasai Golkar dan singkirkan Ical Sidang Mahkamah Partai Golkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Golkar versi munas Jakarta, Agung Laksono bisa sedikit bernapas lega. Hasil putusan Mahkamah Partai Golkar menguntungkan kubunya.

Dari empat hakim Mahkamah Partai, dua hakim yaitu Andi Mattalatta dan Djasri Marin telah mengakui Munas Golkar yang digelar di Jakarta. Dalam amar putusannya, kedua hakim itu berpendapat, kubu Agung harus tetap mengakomodir kepengurusan hasil Munas Bali yang dipimpin Aburizal Bakrie atau Ical.

Sedangkan dua hakim lain, Muladi dan Natabaya memilih menunggu hasil kasasi yang diajukan oleh kubu Ical. Kubu Ical menilai, putusan Mahkamah Partai tidak ada yang menang.

"Jadi Mahkamah Partai tadi tidak memutuskan siapa yang menang siapa yang kalah. Mereka sudah menyampaikan hasil Mahkamah Partai secara manipulatif. Makanya kami sampaikan mereka sudah sesatkan publik," kata Sekjen Golkar versi Munas Bali, Idrus Marham di Jakarta, Selasa (3/3) malam.

Berpegangan pada putusan dua hakim Mahkamah Partai, kubu Agung tak mau mensia-siakan. Agung langsung bergerak cepat. Rencananya Agung segera mendaftarkan kepengurusan versi Munas Jakarta ke Kemenkum HAM, Rabu (4/3).

"Kami akan melaksanakan tugas yang diamanatkan Mahkamah Partai untuk melaksanakan konsolidasi mulai hari ini sampai seterusnya. Setelah selesai hari ini kami harapkan agar dapat pengesahan kepengurusan Munas Ancol kemenkum HAM. Besok kami ajukan ke Kemenkum HAM," ujar Agung.

Agung menegaskan, setelah ada putusan ini, pihanya akan melakukan konsolidasi kepada seluruh kader Partai Golkar di seluruh Indonesia. "Tugas utama kami adalah untuk melakukan konsolidasi partai di tingkat daerah, kota, kabupaten, maupun provinsi. Untuk mempersiapkan segalanya baik pilkada maupun kepengurusan DPP," jelasnya.

Setelah melakukan konsolidasi kepada seluruh kader, Agung mengatakan, akan kembali menggelar Munas untuk menyatukan kembali kader yang terpecah antara Munas Bali dan Munas Ancol. "Setelah itu baru Munas nasional. Kami mempunyai tugas terutama menampung peserta Munas Bali sesuai dengan AD/ART," jelasnya.

Agung melanjutkan, nantinya kader-kader yang dipecat oleh Aburizal Bakrie akan kembali dimasukan ke dalam kepengurusan partai. "Kami janji sejujurnya dan seobjektifnya melaksanakan amanat Mahkamah Partai. Amar keputusan Makamah Partai agar pengurusan yang dipecat agar direhabilitasi," tandasnya.

Perjalanan Agung menguasai Golkar bukan perkara mudah. Sebelum timbul perpecahan antar dua kubu, Agung sempat percaya diri menjadi calon terkuat sebagai ketua umum Partai Golkar. Sebab saat itu Agung yakin Ical tak akan maju lagi sebagai ketua umum.

Ternyata peta politik berubah setelah hasil Pilpres 2014. Golkar di bawah Ical memilih bergabung dengan koalisi merah putih (KMP). Bergabungnya Golkar dengan KMP membuat Ical batal mengurungkan niatnya untuk pensiun dari politik. Justru pada Munas Golkar 2014. Ical maju dan menggelar munas di Bali. Ical menang secara aklamasi.

Langkah politik Ical inilah yang membuat perpecahan di internal Golkar. Kubu Agung akhirnya memilih menyelenggarakan munas sendiri di Jakarta.

Perseteruan panjang berbulan-bulan akhirnya diselesaikan lewat Mahkamah Partai. Hasil putusan Mahkamah Partai memang belum memberikan kepastian siapa yang menang, tapi setidaknya sudah menguntungkan kubu Agung. [has]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini