Pergantian Kapolri dinilai sebagai agenda politik SBY

Kamis, 11 April 2013 17:18 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Bambang Soesatyo . merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Anggota Komisi III Bambang Soesatyo menduga ada agenda khusus yang direncanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kebijakannya yang hendak mengganti Kapolri. Dia menuding, SBY hendak mengamankan posisinya usai lengser tahun 2014 mendatang.

Bambang mengatakan, pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif presiden, namun dia menduga, pergantian ini dilakukan sebelum pemilu karena ada motif tertentu.

"Pergantian ini tidak akan terlepas dari pada agenda politik yang sedang berlangsung sampai 2014," kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/4).

Politikus asal Golkar ini menduga, pergantian Kapolri ini dilakukan demi mengamankan kepentingan penguasa pasca lengser tahun 2014 nanti.

"Saya tidak tahu apakah ini termasuk dalam pengamanan untuk kepentingan kekuasan pasca lengser 2014, tapi yang pasti pergantian Panglima TNI, Kapolri, kepala BIN, Jaksa Agung sangat terkait agenda politik tahun 2014," tegas dia.

Bambang pun mengaku tidak memiliki calon kuat siapa sebenarnya yang cocok menggantikan posisi Kapolri Jendral Timur Pradopo. Sebab, hal ini merupakan kewenangan presiden.

"Karena ini hak presiden, kita tidak punya ancer-ancer calon untuk kapolri. Siapa saja baik," tandasnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Mutasi Polri
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.