Perbedaan Koalisi Jokowi dan Prabowo versi Timses

Selasa, 13 November 2018 06:30 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Perbedaan Koalisi Jokowi dan Prabowo versi Timses Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Capres Jokowi didukung oleh sembilan partai pada Pilpres 2019, sementara Prabowo didukung empat partai politik. Partai-partai pendukung itu membentuk koalisi untuk memenangkan Jokowi dan Prabowo.

Koalisi Jokowi diberi nama Koalisi Indonesia Kerja (KIK), sedangkan koalisi Prabowo menamai diri sebagai Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Namun, pada masa kampanye saling tuding dan serang kerap mewarnai tahun-tahun politik seperti sekarang ini. Berikut saling serang dan tuding antar timses:

1 dari 4 halaman

Koalisi Prabowo Dinilai Rapuh

Deklarasi Prabowo-Sandiaga Uno. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni menilai ada kerapuhan dalam koalisi yang mengusung pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Di mana semuanya diborong satu partai yaitu Gerindra.

"Menunjukkan koalisi yang rapuh, di mana semuanya diborong satu partai. Presiden dan Wapres, Sekretaris, Bendahara, juga dari Gerindra," kata Raja Juli.

Selain itu sebagian kader dari partai pengusung nampak tidak kompak. Misalnya saja, ada beberapa kader Demokrat yang malah mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, dan caleg dari PAN enggan mengkampanyekan Prabowo-Sandi.

2 dari 4 halaman

Jokowi Mampu Membangun Koalisi

Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Merdeka.com

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyebut Partai Gerindra dan PDI Perjuangan lebih diuntungkan dari Pemilu Serentak. Ace menganggap apa yang dirasakan SBY karena pasangan calon presiden yang diusung berasal dari partai yang sama, seperti Prabowo-Sandi dari Gerindra.

Sedangkan Jokowi, meski diasosiasikan sebagai kader PDIP, memberi kesempatan semua partai koalisi untuk bersama-sama memenangkan Pileg 2019. "Pak Jokowi mampu membangun kebersamaan dalam koalisi dan memberikan keleluasaan bagi koalisi untuk bersama-sama berkompetisi secara sehat di dalam internal koalisi," jelas Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf itu.

3 dari 4 halaman

Dituding Tak Mampu Kelola Koalisi

Prabowo Subianto. ©2018 liputan6.com

Sebagai partai pengusung Prabowo-Sandi, Demokrat lebih konsentrasi mendongkrak suara pada Pileg 2019 ketimbang mengurus Pilpres. Sebab, Demokrat menilai yang diuntungkan suara di Pemilu partai hanya partai punya capres.

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Ace Hasan menganggap Prabowo tak mampu mengelola koalisi dengan baik. Sehingga muncul kekhawatiran dari Demokrat. "Intinya, ya tergantung siapa capresnya, kemampuan mengelola koalisi dengan sebaik-baiknya," katanya.

4 dari 4 halaman

Fadli Zon Yakin Partai Koalisi Kompak

Fadli Zon. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Sementara Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon yakin seluruh partai koalisi akan kompak, termasuk Partai Demokrat. Tujuan partai koalisi akan sama yaitu memenangkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

"Kami sangat yakin akan ada konsolidasi untuk tetap bersama-sama. Karena setiap partai kan punya kebijakan sendiri untuk menentukan arah tujuan, termasuk kepatuhan meneruskan kebijakan partainya,"katanya. [has]

Baca juga:
Debat Seru Timses Muda Soal Pesona Ma'ruf Amin Vs Sandiaga
Prabowo-Sandi mulai sasar 4 wilayah lumbung suara Jokowi
Deretan nama-nama tim advokasi Jokowi dan Prabowo
Update terbaru hasil 3 survei Jokowi vs Prabowo
Janji-janji manis Jokowi dan Prabowo saat kampanye

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini