Penutupan Munas Golkar hari ini dihadiri bos-bos KMP

Kamis, 4 Desember 2014 04:27 Reporter : Iqbal Fadil
Penutupan Munas Golkar hari ini dihadiri bos-bos KMP Munas Golkar di Bali. ©2014 merdeka.com/iqbal fadil

Merdeka.com - Tim formatur yang diketuai oleh Ketua Umum Golkar terpilih Aburizal Bakrie akan menyampaikan susunan pengurus DPP Partai Golkar periode 2014-2019 dalam acara penutupan yang berlangsung Kamis (4/12). Para petinggi Koalisi Merah Putih telah diundang dan akan hadir di Nusa Dua, Bali.

Berdasarkan agenda yang dirilis panitia, penutupan Munas IX ini akan dimulai pada pukul 10.00 Wita. Selain pengumuman pengurus dan keputusan-keputusan munas serta rekomendasi politik, Aburizal Bakrie akan menyampaikan pidato politiknya sebagai ketua umum terpilih. Para petinggi KMP dijadwalkan akan hadir.

"Kami telah undang, mudah-mudahan hadir," kata Ical di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12).

Sebelumnya, pada acara pembukaan munas, para petinggi KMP hadir dengan formasi lengkap seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Anis Matta, Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan, Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz, dan Ketua Umum PBB MS Kaban. Hadir juga Amien Rais dan mantan Ketum PPP Suryadharma Ali.

Munas Golkar di Bali yang berlangsung sejak 30 November lalu terasa kurang greget. Penyebabnya, pertarungan memperebutkan calon ketua umum tidak terjadi. Dua bakal calon bahkan sudah mundur sebelum pendaftaran dibuka. MS Hidayat mundur di hari pertama bahkan sebelum munas resmi dibuka. Sementara Airlangga Hartarto mundur di hari kedua karena merasa sulit memenuhi syarat pemilihan.

Justru yang lebih menarik adalah keputusan munas memecat total 17 kader Partai Golkar. Nusron Wahid dan Agus Gumiwang Kartasasmita dipecat karena pada pilpres lalu mendukung Jokowi-JK. Sedangkan Agung Laksono dkk dipecat karena membentuk presidium penyelamat partai yang menolak pelaksanaan munas di Bali.

Munas juga menghasilkan keputusan meminta Fraksi Golkar DPR agar memperjuangkan pilkada lewat DPRD alias menolak Perppu Pilkada. Satu lagi putusan munas adalah meminta sistem pemilu legislatif dikembalikan kepada proporsional tertutup dari sistem proporsional terbuka yang dijalankan pada Pemilu 2014 lalu. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini