Hot Issue

Penularan Covid-19 Makin Luas, Perlukah Pilkada 2020 Dilanjutkan?

Senin, 21 September 2020 10:49 Reporter : Ahda Bayhaqi
Penularan Covid-19 Makin Luas, Perlukah Pilkada 2020 Dilanjutkan? Pencoblosan ulang di TPS 18 Jakarta. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Desakan agar pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 kian mengalir deras. Terlebih, menyusul kabar Ketua KPU Arief Budiman dan komisioner lainnya Evi Novida Ginting dan Pramono Ubaid Tanthowi positif Covid-19.

Arief dan Pramono memang sempat menjalankan tugas bersama di Makassar pada 14-15 September lalu. Sementara Evi yang lebih dulu terinfeksi, dikabarkan sudah sembuh dari Covid-19.

Dorongan penundaan pilkada kian kuat disuarakan sejumlah pihak. Terbaru, dari salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia, PBNU.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai, sulit menghindari kerumunan massa dalam Pilkada karena sejatinya pesta demokrasi itu menjadi magnet bagi orang banyak. Meski protokol kesehatan diperketat, tidak mampu mencegah terjadinya kerumunan seperti tahapan pendaftaran bakal calon.

Sementara, pemerintah tengah berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Pemerintah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk menunda pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak 2020 hingga tahap darurat kesehatan terlewati," kata Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Siroj dalam pernyataan sikapnya di Jakarta. Seperti dilansir Antara, Minggu (20/9).

Tidak cuma PBNU, bahkan Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta KPU mempertimbangkan ulang pelaksanaan Pilkada 2020.

JK meminta, Pilkada ditunda hingga vaksin Covid-19 telah ditemukan. Demikian disampaikan karena melihat sulitnya bakal pasangan calon kepala daerah membendung massa pendukungnya.

"Saya sarankan ditunda dulu sampai beberapa bulan, sampai dengan vaksin ditemukan dan sampai vaksin ditemukan nanti langsung menurun itu (penularan),” katanya.

Baca Selanjutnya: Sangat Dimungkinkan Ditunda...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini