Penjajakan PDIP dan Demokrat terganggu usai walkout Ferdinand Hutahaean?

Selasa, 13 Maret 2018 12:39 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Penjajakan PDIP dan Demokrat terganggu usai walkout Ferdinand Hutahaean? jokowi buka rapimnas partai demokrat. ©2018 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Di tengah makin mesranya hubungan Partai Demokrat dan PDIP, aksi walkout Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Rapimnas pada Sabtu (10/3) lalu bikin sejumlah politisi PDIP gerah.

Betapa tidak, Ferdinand walkout saat Presiden Jokowi menyampaikan pidato politik di hadapan ribuan kader Demokrat yang hadir di rapimnas. Alasannya, Ferdinand protes terhadap sejumlah kebijakan Jokowi, salah satunya utang luar negeri.

Padahal dalam rapimnas, sejumlah pujian dilontarkan kedua pihak baik Jokowi maupun Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY). SBY bahkan terang-terangan menyebutkan bahwa Demokrat berpeluang mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Apakah aksi walkout Ferdinand bikin keruh hubungan Demokrat dan PDIP?

Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno merasa bahwa aksi walkout ini tidak berdampak pada penjajakan yang sedang dilakukan PDIP dan Demokrat. Hendrawan merasa, manuver itu murni pribadi dilakukan Ferdinand.

"Sama sekali tidak. Fakta deviasi terhadap norma umum yang terjadi justru meyakinkan kami, betapa uji psikis (psycho-test) penting untuk para kader kami yang mendapat penugasan di berbagai lini," kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Selasa (13/3).

Seperti diketahui, Demokrat dan PDIP tengah melakukan penjajakan koalisi. Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengirimkan anaknya Prananda Prabowo dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto untuk bertemu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY beberapa waktu lalu mengajak Megawati untuk berdialog.

Sementara Sekretaris Fraksi PDIP di DPR, Alex Indra Lukman senada dengan pandangan Hendrawan. Apa yang dilakukan oleh Ferdinand tak pengaruhi penjajakan Demokrat dan PDIP.

Menurut dia, aksi mantan relawan Jokowi di Bara JP itu ranah etik. Dia menyerahkan persoalan itu kepada internal Demokrat sebagai tempat Ferdinand bernaung.

"Saya rasa enggak ada korelasinya dengan hubungan ke-2 partai, saya yakin Partai Demokrat punya mekanisme dan aturan sendiri dalam menjaga etika organisasi secara internal," jelas Alex.

Sementara Ketua Dewan Kehormatan Demokrat Amir Syamsuddin sepakat bahwa apa yang dilakukan Ferdinand melanggar norma etika. Dewan Pengawas dirasa perlu memeriksa manuver Ferdinand tersebut.

"Dia ingin melakukan secara pribadi itu hak dia, tapi diekspos ke publik itu menjadi, membuat seakan-akan Demokrat terkesan tidak atau kurang menghargai tamu dan undangan dan ini kita akan lari kepada kode etik," jelas Amir yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat itu.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, Bogor pada Sabtu (10/3) lalu. Rupanya, pada saat Jokowi memberikan pidatonya di depan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ada kader partai yang memilih keluar ruangan alias 'walkout'.

Dia adalah Ketua Divisi Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean. Ferdinand pun kaget, aksi walkout ini akhirnya diketahui oleh media massa.

"Inilah bentuk protes saya. Dan itu protes terbaik menurut saya daripada saya acungkan kartu kuning atau kartu merah. Kan tidak elok. Saya keluar dengan diam dan tidak teriak-teriak. Saya pun kaget kebapa hal ini harus ramai," kata Ferdinand saat dihubungi merdeka.com, Selasa (13/3).

Ferdinand pun memberikan alasan kenapa pilih keluar ruangan saat Jokowi pidato. Menurut dia, ada sejumlah hal yang membuatnya kecewa dengan kepemimpinan Jokowi.

"Saya memilih keluar ketika Pak Jokowi akan menyampaikan pidato adalah sebagai bentuk ekspresi kekecewaan saya atas banyak janji yang tidak terealisasi dan tidak direalisasikan. Salah satunya terkait utang luar negeri," kata Ferdinand yang juga mantan relawan Jokowi, Bara JP pada Pilpres 2014 lalu. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini