Pengamat sebut DPR fokus sidang MKD dulu baru bentuk pansus Freeport

Sabtu, 12 Desember 2015 15:08 Reporter : Muchlisa Choiriah
Pengamat sebut DPR fokus sidang MKD dulu baru bentuk pansus Freeport Sudirman Said bersaksi di sidang MKD. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon akan membuat panitia khusus (Pansus) untuk ungkap mafia PT Freeport Indonesia. Pengamat Politik Herdi Sahrasad menilai sebaiknya DPR fokus terhadap penyelesaian sidang di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Saya kira sebelum melangkah jauh membuat pansus, partai politik harus sepakat selesaikan masalah MKD. Karena ini menyangkut partai politik dan parlement, selebihnya baru soal pansus," ujar Herdi kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (12/12).

Herdi menjelaskan, partai politik bisa bersikap tegas mengenai kasus Freeport apabila para MKD mampu memberikan sanksi tegas tentang rekaman dan sejumlah orang yang terlibat. Karena itu menyangkut kehormatan parlement.

"Itu menyangkut kehormatan parlement yang mungkin sudah hancur akibat kasus sidang Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) yang dilakukan secara buka-tutup," jelasnya.

Jika negara tidak ingin celaka, lanjut Herdi, pelaksanaan dan pengawasan Freeport harus sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

"Dalam konteks ini sebenarnya publik terlebih dahulu menunggu kasus Setnov selesai secara bersih. Selanjutnya baru bisa bicara bagaimana memperlakukan freeport dan ekonomi, sehingga segalanya bisa terwujud. Dan dalam hal ini sangat diperlukan kekuasaan nasional agar pemimpinnya tak mudah dilobi-lobi," tuturnya.

"Freeport kedepannya ini harusnya nasional interest untuk kepentingan bangsa kita yang harus diperhatikan. Kalau perlu sahamnya kita untung 51 persen minimal. Tapi masuknya di Indonesia banyak politik yang berbisnis, sehingga merusak demokrasi kita. Dan dalam hal ini, cermin pertama apakah MKD bisa beri saksi besar ke Setnov? Kalau tidak, maka MKD akan dianggap rakyat sebagai 'Mahkamah Koncoan Dewek'," tutupnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini