Pengamat: Ridwan Kamil akan Ambil Kursi Ketua DPD Golkar Jabar

Selasa, 23 Februari 2021 14:06 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pengamat: Ridwan Kamil akan Ambil Kursi Ketua DPD Golkar Jabar Ridwan Kamil. Humas Provinsi Jawa Barat ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengungkap, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) dirayu partai Golkar untuk memimpin DPD partai beringin di Provinsi Jabar. Dia menyebut, hal itu bertujuan untuk mengamankan Emil di Pilgub Jabar.

“Saya kan kemarin yang melihat ada wacana Ridwan Kamil bisa masuk Golkar, lalu dia mengaku banyak dirayu dan lain sebagainya. Sesungguhnya itu dari pernyataan saya, saya ada informasi dari teman-teman di DPP Golkar, Ridwan Kamil akan mengambil jabatan sebagai ketua DPD Golkar, apakah memang untuk Pilpres atau Pilgub? Saya melihatnya hanya untuk mengamankan Pilgub," katanya saat dihubungi, Selasa (23/2).

Menurutnya, Emil hanya diamankan Golkar di tingkat Pilgub saja, bukan Pilpres. Sebab, jika Emil masuk Golkar dan jadi ketua DPD, dia harus tanda tangan pernyataan untuk mendukung Ketumnya di DPP untuk nyapres.

"Biasanya di partai itu, di Golkar itu yang akan didukung kan ketua umumnya Airlangga, jadi peluang nyapres untuk masuk Golkar itu kecil. Tapi kalau untuk mengamankan posisi gubernur iya, karena hari ini Ridwan Kamil tidak punya partai dan selalu berpindah pindah," tuturnya.

Lebih lanjut, Ujang melanjutkan, peluangnya kecil Emil dibawa ke Pilgub DKI Jakarta. Sebab, pertarungan di Ibu Kota berbeda tenaga, pikiran dan biaya. Terlebih, Ridwan Kamil adalah orang Sunda masuk ke Jakarta belum tentu diterima. Beda dengan Tri Rismaharini.

"Tapi kalau Risma masuk Jakarta, dia diterima karena etnis terbanyak di Jakarta itu orang Jawa jadi konsumsi politikmya seperti itu saya melihatnya," kata Ujang.

“Jadi Jakarta belum tentu menang juga, jadi kalau pindah ke Jakarta belum tentu menang buat apa. Lebih baik di mempertahankan diri di Jawa Barat," jelasnya.

Menurutnya, Emil diincar partai untuk Pilgub Jabar karena sudah punya modal sebagai incumbent. Dirinya juga bisa mengatur logistik.

"Biasanya kalau incumbent ya tetep dia punya uang, punya APBD jadi dia tetep jadi punya perhitungan jadi Gubernur karena dia posisinya incumbent karena incumbent itu biasanya partai partai merapat, dan dia punya uang, punya APBD, punya birokrasi macem macem, punya modal sosial yang jelas," pungkasnya.

Baca Selanjutnya: Emil Membantah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini