Pengamat Duga Hasto Bandingkan Jokowi & SBY Mungkin Karena PDIP Dulu Sering Dikerjai

Senin, 25 Oktober 2021 15:16 Reporter : Ahda Bayhaqi
Pengamat Duga Hasto Bandingkan Jokowi & SBY Mungkin Karena PDIP Dulu Sering Dikerjai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membandingkan kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Presiden SBY. Kata Hasto, Jokowi banyak mengambil keputusan dibanding SBY yang sering rapat tanpa mengambil keputusan.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai, manuver Hasto merupakan bagian dari strategi politik untuk elektoral partai. Dengan mencitrakan pemerintahan Jokowi yang diusung PDIP lebih dari SBY yang diusung Demokrat, akan berdampak langsung terhadap elektabilitas partai berlambang banteng itu.

"Strategi membandingkan itu merupakan bagian dari strategi untuk membela pemerintahnya sendiri dan bisa saja dilakukan demi elektoral. Karena jika dalam perbandingan itu Jokowi dibagus-baguskan dan diskenariokan lebih bagus dari SBY, kan akan berdampak elektoral bagi PDIP," ujar Ujang kepada wartawan, Senin (25/10).

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini, sikap Hasto terhadap Demokrat itu juga karena luka lama. Kata Ujang, saat PDIP menjadi oposisi sering dikerjai oleh SBY.

"Dan itu juga bagian dari luka lama, yang mungkin dulu kala PDIP sedang menjadi oposisi sering dikerjai oleh SBY," ujarnya.

Menurut Ujang upaya membandingkan Jokowi dan SBY sangat subjektif. Hasto yang bagian dari koalisi pemerintah akan pro kepada Jokowi. Sebaliknya demikian juga Demokrat membela SBY. Maka seharusnya biarkan masyarakat menilai secara objektif.

"Jika ingin membandingkan, maka biarlah rakyat yang membandingkan agar objektif," kata Ujang.

Sebelumnya, Hasto juga mengajak akademisi untuk meneliti perbandingan Jokowi dan SBY. Ia pun siap memberikan beasiswa.

Sementara itu, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarief Hasan mengingatkan semua pihak, tidak etis membanding-bandingkan kinerja presiden. Sebab masing-masing presiden punya kelebihan dan kelemahan.

"Sebenarnya membanding-bandingkan presiden satu dengan presiden lainnya itu tidak etis. Karena bagaimanapun juga setiap presiden itu memiliki gaya kepemimpinan yg berbeda dan masing-masing presiden memiliki keunggulan dan kelemahan," ujar Syarief kepada wartawan, Minggu (24/10).

"Partai Demokrat sangat menghargai semua presiden dan mantan-mantan presiden Indonesia," ucapnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini