Pengamat: Debat Capres Seperti Cerdas Cermat, 2 Paslon Kelihatan Kikuk

Jumat, 18 Januari 2019 09:24 Reporter : Henny Rachma Sari
Pengamat: Debat Capres Seperti Cerdas Cermat, 2 Paslon Kelihatan Kikuk Debat pasangan Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Debat perdana capres-cawapres usai digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tadi malam. Visi misi pasangan calon baik Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi serta saling adu argumentasi.

Pengamat Politik Usep S Ahyar menilai jalannya debat perdana tadi malam tidak ubah layaknya cerdas cermat. Gerak tubuh kedua pasangan calon juga terlihat masih kikuk.

"Kalau semalam jika dinilai keseluruhan kelihatan kikuk, masih menakar lawan. Secara substansif pendalaman satu materi tidak tuntas, jadi kesannya semacam cerdas cermat. Mungkin karena memang temanya banyak tapi waktunya terlalu sedikit," kata Usep saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (18/1).

Meski tema yang kompleks terkendala waktu sedikit, Usep menilai seharusnya pasangan calon bisa mensiasatinya. "Tapi kan harusnya bisa disiasati bagaimana bisa disampaikan substansi dari tema-tema yang ada. Jadi sudah bisa diduga sebenarnya dari pak Prabowo dan pak Jokowi sebenarnya secara umum sudah diduga akan menjelaskan apa. Yang satu menjelaskan apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan," tuturnya.

Usep mengatakan jalannya debat perdana akan berpengaruh terhadap perilaku pemilih, apalagi swing voter. "Kalau perilaku pemilih itu royal voter saya kira tidak akan berpengaruh. Nah kalau swing voter bisa berpengaruh karena akan lihat substansinya. Ada kemungkinan berubah atau justru menjadi mantap memilih," katanya.

Selain terlihat seperti cerdas cermat, Usep menilai keseluruhan jalannya debat perdana antar paslon berlangsung kurang greget. Ia memberikan nilai 6 untuk keduanya.

"Keseluruhan masih kurang greget, kalau diskor sekitar 6 atau 7. Tapi kalau dilihat dari keduanya petahana tentu lebih menguasai. Pak Prabowo sendiri tidak ada hal yang baru. Menurut saya penantang juga tidak boleh terlena menyerang, harus memberikan gagasan alternatif solusi. Itu yang tidak terlihat. Ini menyerang terus tapi tidak memberikan solusi. Harusnya pak Prabowo bisa menggunakan ucapan Jokowi soal pembentukan badan legislasi sebagai bahan untuk memberikan solusi alternatif yang lain," bebernya. [rhm]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini